Pendidikan

Mengajar Dengan Lagu

Oleh : Yuli Astuti, S.Pd.

Radarbekasi.id – Selama ini belajar IPA cenderung dekat dengan alat-alat eksperimen serta model organ tubuh manusia, namun tidak semua materi IPA dapat di praktekkan salah satunya adalah materi pada kompetensi dasar :  Menjelaskan kenampakan bumi dan langit. Untuk materi kenampakan bumi dan kenampakan laut dapat kita media gambar, namun dengan gambar siswa sangat sering melihat, dan metode yang digunakan biasanya ceramah, mencoba untuk menerapkan metode lain yang membuat mereka senang karena materi ini bersifat hafalan dan sangat sulit untuk di serap siswa. Dengan menggunakan metode lagu harapan  siswa menyenangi sehingga jika siswa senang maka materi akan dapat terserap dengan baik. Mengingat usia mereka masih dalam kategori kanak–kanak yaitu usia 6 tahun sampai 12 tahun. Masa kanak–kanak mempunyai ingatan yang sangat kuat sehingga dinamakan masa golden age (masa kencana), sehingga mereka sangat mudah sekali meniru.

Kesukaan mereka akan lagu–lagu yang mereka dengar akan mempermudah mereka untuk menghafal materi yang disampaikan guru jika materi itu menggunakan lirik lagu kesukaannya. Kita perlu fokus saat kita mencoba untuk mendengar setiap kata dalam sebuah lagu, harus memberi perhatian. Ketika pikiran kita fokus pada sesuatu maka akan melepaskan bahan kimia di dalam otak. Bahan kimia ini memungkinkan plastisitas dan menghidupkan memori. Sehingga memudahkan kita untuk menghafal.

Kemampuan seorang guru untuk menciptakan kreasi-kreasi dan variasi-variasi baru dalam memberikan materi juga mempengaruhi keberhasilan suatu kegiatan belajar mengajar. Guru dituntut untuk menguasai keterampilan mengajar yang bervariasi, agar siswa yang diajar tidak bosan, tidak jenuh dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Maka dari itu saya berpendapat bahwa diperlukan media lagu yang dapat menjadikan suasana pembelajaran menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan minat dan semangat siswa dalam belajar. Sebagaimana prinsip mengajar dalam pembelajaran yang diartikan untuk mempermudah dan memberikan motivasi kegiatan belajar (Sardiman, 2008:02). Maka dari itu pembelajaran bahasa Arab sudah diberikan dari TK ataupun dari Madrasah, karena dengan belajar sejak usia dini akan memberikan hasil yang lebih maksimal.

Metode dengan mengubah sebuah lirik lagu dan menggantikannya dengan materi–materi pada kompetensi tersebut dapat membantu siswa. Pertama kali saya menggunakan metode ini saya ubah lirik lagu anak gembala dengan menggunakan lagu kenampakan alam, ternyata saat bernyanyi anak-anak tak satu pun mengalami kejenuhan meski belajar di siang hari. Sekolah full day seperti sekolah SD al muslim siswa memerlukan keadaan yang fresh setiap saat meski di siang hari waktu jam tidur mereka harus belajar. Dengan lagu mereka dapat berkreasi dan menemukan kemudahan untuk menghafal, selain kita mempunyai kumpulan lagu pembelajaran, misalkan untuk mengajarkan tentang bunyi dan perambatannya kita dapat menyampaikan dengan lagu: ”Energi bunyi selalu kudengar, setiap hari bersama diriku, aku tahu bunyi dapat merambat, melalui zat padat panas dan gas. Energi bunyi dari benda bergetar, aku punya dalam pita suara Jika bersuara selalu bergetar, yang kutahu menjadi sumber bunyi”

Lirik lagu yang biasa mereka dengar di kehidupan sehari–hari dapat digantikan dengan materi pelajaran apapun, sehingga mereka dapat mudah memahami tanpa mengurangi konsep materi tersebut jika kita memberikan arah dan bimbingan saat mereka membuat lagu. Kemampuan siswa tidak terasah sampai di sini, saat mereka mengarang lirik lagu secara langsung mereka membaca dan memahami materi yang terdapat dibuku pegangan siswa maupun referensi guru.

Metode lagu ini membuat seluruh siswa menjadi senang karena mereka tidak diminta menghafal secara langsung. Materi yang menggunakan hafalan tidak hanya materi IPA namun materi IPS, agama dan yang lainnya dapat menggunakan lagu dan menyanyi dengan riang.

Penggunaan metode lagu membuat siswa lebih berimprovisasi, selain mengingat materi mereka juga melakukan gerak sehingga menyeimbangkan otak kanan dan otak kirinya.

Manfaat lagu yang dapat sama dengan manfaat musik yang biasa mereka dengar, sehingga jika kita menerapkan lagu dalam pembelajaran maka dapat diambil manfaatnya antara lain:

Penggunaan lagu/musik dapat meningkatkan IQ anak .

Anak–anak yang terbiasa dengan musik dan lagu maka ia akan lebih cepat menyelesaikan masalah logika dan berpikir analisis. Membantu perkembangan motorik terutama tangan, mata dan tubuh mereka. Menyanyi adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kemampuan membaca dan instruksi .

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka saya mencoba untuk melakukan pembelajaran pada materi IPA yang bersifat hafalan dengan menggunakan lagu berharap akan lebih mudah diterima oleh siswa dan lebih menyenangkan sehingga motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran IPA tetap terjaga sampai kapan pun. Materi IPA yang bersifat hafalan jika kita sajikan dengan ceramah akan membuat siswa menjadi bosan dan mengantuk. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi untuk mempermudah kita mengajar dan memberikan yang terbaik buat anak didik kita. (*)

Related Articles

Back to top button