Cikarang

Wow, Setiap Tahun 2000 Janda

Radarbekasi.id – Pengadilan Agama Cikarang mencatat ada sebanyak lebih dari 2000 orang perempuan di Kabupaten Bekasi yang menjadi janda sepanjang 2017.

Panitera Pengadilan Agama Cikarang, Dede Supriadi mengatakan, hal itu berdasarkan data perkara perceraian yang diterima pihaknya.

“Jika melihat data perkara perceraian yang masuk ke pengadilan, maka setiap tahunnya di Kabupaten Bekasi ada lebih dari 2.000 perempuan yang menjadi janda,” katanya kepada Radar Bekasi, Senin (14/5).

Ia mengungkapkan, dalam satu bulan Pengadilan Agama Cikarang bisa menerima sekitar 300 perkara. “Sehari rata-rata ada 10 perkara yang masuk,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2017, kata dia, terdapat sebanyak 3.190 perkara yang ditangani pihaknya. Dari jumlah itu, kata dia, sekitar 75 persen di antaranya merupakan perkara perceraian. Perempuan disebut sebagai pihak yang paling banyak mengajukan perceraian dengan persentase mencapai 90 persen.

“Sisanya yang 25 persen itu perkara macam-macam seperti ahli waris, hak asuh anak dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut Dede, angka perceraian di Kabupaten Bekasi selalu meningkat setiap tahunnya. Usia perempuan yang cerai bervariasi sampai dengan 50 tahun.

Penyebab utama perceraian ialah perselilsihan antara kedua belah pihak. Kata Dede, Perselisihan tersebut cederung disebabkan karena faktor ekonomi.

“Faktor kedua ialah adanya pihak ketiga. Tapi pihak ketiga tidak mesti perselingkuhan, ada juga dari orang tua. Kemudian ada juga karena faktor kekerasan dalam rumah tangga dan poligami tidak sehat,” terangnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close