Berita Utama

Evaluasi Kinerja Dinas PUPR

Radarbekasi.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi dinilai tidak menjalankan tanggung jawab pada sektor pendidikan. Hal itu dapat dibuktikan dari masih banyaknya ruang kelas kurang laik dan tanpa meubeler.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bekasi, Daris menilai kinerja Dinas PUPR Kabupaten Bekasi perlu dievaluasi. Masih banyak ruang kelas kurang laik dan tanpa meubeler, menurut dia, merupakan salah satu bukti bahwa Dinas PUPR tidak bertanggungjawab.

Ia menjelaskan, persoalan ruang kelas dan meubeler yang kosong sebenarnya sudah sering dibahas di Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi bersama dengan dinas tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya meubeler kosong.

Dari hasil musyawarah, lanjut Daris, untuk bangunan ruang kelas baru dan pengadaan meubelernya menjadi tanggung jawab Dinas PUPR. “Tapi pada kenyataannya, impelementasinya tidak berjalan dengan baik,” ungkap Daris.

Daris menambahkan, seharusnya Dinas PUPR dapat melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

“Kan kalau masalah anggaran DPRD sudah menyetujui, dan perencanaan juga sudah sesuai. Tapi yang menjadi perhatian kenapa pada pelaksanaannya tidak berjalan sesuai dengan perencanaan. Tentu hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, karena menyangkut masalah pendidikan anak bangsa,” kata Daris.

Dengan demikian, kata Daris, kinerja Dinas PUPR patut dievaluasi. Sebab dapat mengganggu proses belajar generasi penerus.

Apalagi, dalam waktu dekat akan memasuki tahun ajaran baru. Penerimaan murid tentunya selalu menjadi perhatian banyak pihak. Seharusnya, persoalan kelas yang laik dan meubeler menjadi perhatian Pemkab Bekasi untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“Intinya dalam hal ini butuh kerjasama semua pihak, sebab yang namanya dunia pendidikan sangat penting demi menciptakan generasi cerdas, berkualitas dan mampu berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Benny mengakui apabila kondisi bangunan sekolah yang pernah dilaksanakan pihaknya belum bisa berjalan dengan baik.

Benny mengungkapkan, ada beberapa pelaksanaan ruang kelas baru tidak selesai pengerjaannya. Ia beralasan hal itu dikarenakan minimnya waktu. Pasalnya, proses lelang baru dilaksanaka bulan Agustus. “Kita akui memang, pada tahun 2017 pelaksanaan ada beberapa kegiatan yang tidak berjalan maksimal,” ujarnya.

Terkait dengan pengadaan meubeler yang tidak terserap, ia juga mengaku itu menjadi tanggungjawabnya. Dirinya beralasan, karena masalah waktu yang harus melakukan survey terkait kualitas meubeler serta perapian dokumen sebagai tertib administrasi.

“Kebetulan pengerjaan gedung bangunan sekolah serta pelaksanaan ruang kelas baru berserta pengadaan meubeler tahun lalu merupakan tahun pertama. Sehingga, perlu banyak pemahaman serta kehati-hatian dalam penggunaan uang negara untuk menjaga hal-hal yang mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara,”tuturnya.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya yakin dapat melakukan perbaikan serta pembangunan ruang kelas baru berikut pengadaan meubeler sesuai dengan rencana.
“Tahun lalu memang belum berjalan maksimal, namun tahun ini kami yakin pelaksanaan fasilitas pendidikan bisa terealisasi sesuai dengan apa yang direncanakan,” tutupnya. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Close