Politik

Petugas KPPS Masih Ada yang Ceroboh

Radarbekasi.id – Simulasi pencoblosan di TPS 55 wilayah Perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Kayuringin pada Minggu (13/5) yang sepi peminat menjadi bahan evaluasi KPU Kota Bekasi. Berkaitan hal itu, rencananya KPU akan menyelenggarakan bimtek berjenjang bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)

Komisioner KPU Bidang Kampanye dan Sosialisasi Nurul Sumarheni menjelaskan, rencana pelaksanaan bimtek berjenjang tersebut guna memperkuat penguasaan teknis lapangan petugas KPPS. Pasalnya, hasil evaluasi dari simulasi itu menunjukan jika KPPS masih meloloskan beberapa kronologis pencoblosan.

Di antaranya pemilahan formulir C6 berdasarkan jenis kelamin dan disabilitas. Kemudian pemberian tanda silang pada kolom angka yang tak terpakai. Terakhir, pemilahan surat suara sah pasangan calon (paslon). “Padahal hal teknis ini akan berpengaruh pada mudahnya pendataan oleh KPPS,” ujar Nurul.

Nurul mengungkapkan masih menolerir kesalahan teknis yang dilakukan KPPS. Pasalnya, KPPS belum sepenuhnya menguasai materi dari buku panduan lantarang baru diterimanya sehari sebelum pelaksanaan simulasi. Ditambah lagi KPPS juga mendapatkan waktu yang sedikit untuk menggelar briefing. Sehingga, KPPS tidak sepenuhnya menguasai skil teknis di lapangan.

“Bimtek berjenjang menjadi kesempatan untuk menguasai hal-hal yang teknis,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Bidang Data dan Teknis Pemilihan Syafrudin mengungkapkan terdapat alasan yang membuat peserta simulasi tak sesuai DPT. Yakni karena memasuki pekan terakhir jelang bulan suci ramadan dan masyarakat yang tengah menjalani waktu libur akhir minggu.

“Skema sosialisasi nanti di pusat-pusat pemberangkatan mudik. Seperti di terminal maupun di stasiun. Skema ini diharapkan dapat berimbas bagi pemudik yang kembali ke Kota Bekasi tepat waktu,” ungkapnya. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close