Metropolis

Jatiasih Tanggulangi Titik Kemacetan

Koordinasi dengan Berbagai Stakeholder

Radarbekasi.id – Kemacetan kerap terjadi dibeberapa titik wilayah Jatiasih. Hal itu kini menjadi fokus penanganan kecamatan beserta stakeholder terkait, apalagi menjelang arus mudik.

Mengingat, jalur jatiasih juga kerap dilintasi para pemudik sebagai jalur alternatif dari dan menuju Jakarta.

Wilayah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi yang memiliki luas 2.3324, 921 Ha, berdampingan daerah Ibu Kota Jakarta serta daerah penyangga lain turut menyumbang problematika di bidang kemacetan transportasi.

Sejumlah jalan di Jatiasih yakni Jalan Swatantra atau Pondok Gede Permai (PGP), Jalan Ratna, Kodau, Komsen dan Jalan Legok yang kerap dilanda kemacetan.

Tingginya laju pertumbuhan penduduk Kota Bekasi yang kini tercatat mencapai lebih dari 2,5 juta jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk 10.510 jiwa per kilometer persegi juga dipercaya sebagian kalangan memberikan sumbangsih bagi kemacetan di jalan-jalan Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Camat Jatiasih Nesan Sujana menjelaskan, untuk mengurai kemacetan di wilayahnya, telah berkoordinasi dengan tiga pilar dan unsur lainnya. Pihaknya akan memanfaatkan momen Ramadan ini sebagai kegiatan untuk membenahi alur transportasi melalui penyediaan akses jalan yang memadai.

“Kebutuhan tersebut kita kita akan lakukan bersama unsure tiga pilar maupun unsure lainnya, agar kegiatan kita untuk mengurai kemacetan dapat terlaksana dengan baik,” kata Nesan saat melakukan koordinasi di Aula Kecamatan Jatiasih, Rabu (16/5).

Menurutnya, upaya yang perlu dilakukan guna menjawab persoalan itu berupa manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam kota di lima titik kemacetan yang ada di Jatiasih.

“Alhamdulillah tahun 2018 ini, Jalan Jatiasih sudah di perlebar. Dengan adanya jalan tersebut bisa menampung banyak kendaraan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengintensifkan koordinasi mengenai manajemen dan rekayasa lalu lintas dengan unsur yang ada melalui upaya penataan secara terpadu dan terintegrasi sesuai kewenangan jalan, yakni jalan negara dan jalan provinsi.

Upaya penanganan kemacetan yang saat ini masih dikerjakan, kata dia, masih pada tahap pembahasan dan penetapan petugas di lapangan. Setelah koordinasi ini selesai saat Ramadan nanti akan langsung di tempatkan petugas petugas dari berbagai unsur di pemerintahan.

“Setiap tahun, kami juga menargetkan ada sedikitnya perbaikan jalan – jalan yang rusak sebagai alternatif lalu lintas di lokasi kemacetan,” pungkasnya. (adv/pay)

Related Articles

Back to top button