Life Style

Adira Garap Pasar Asuransi Syariah

Radarbekasi.id – Adira Insurance melalui unit usaha syariah menyediakan ragam produk asuransi syariah baru dalam perlindungan perjalanan religi yakni Traveling Syariah. Produk asuransi syariah dengan akad wakalah bil ujroh ini ditujukan bagi perjalanan haji, umrah maupun wisata muslim lainnya.

Untuk memperluas jalur distribusinya, akhir April lalu, Adira Insurance Syariah menjalin kerjasama dengan PT Kanomas Bakadam Wisata, untuk memberikan perlindungan kepada semua Jemaah Umrah dari maskapai Saudi Arabian Airlines yang tiketnya dibeli melalui PT Kanomas group selama perjalanan ke tanah suci.

“Traveling Syariah memberikan perlindungan kepada pelanggan dalam bentuk asuransi ketidaknyamanan dalam perjalanan, perlindungan terhadap risiko kecelakaan, dan perlindungan kesehatan selama perjalanan ke tanah suci,” kata Chief Executive Officer Adira Insurance, Julian Noor, seperti dilansir JPNN (Grup Radar Bekasi).

Pada saat yang bersamaan, PT Kanomas Bakadam Wisata secara resmi ditunjuk Maskapai Saudi Arabian Airlines menjadi Preferred Travel Agency (PTA) di Indonesia.

“Penunjukkan tersebut berdasarkan pada hasil kinerja PT Kanomas yang selama bertahun-tahun terus mendukung usaha dari maskapai Saudi Arabian Airlines dengan penjualan tiket yang cukup tinggi di Indonesia,” kata Chief Executive Officer PT Kanomas Umar Abdul Aziz Bakadam.

Dengan dipegangnya lisensi penjualan tiket Saudi Arabian Airlines oleh PT Kanomas Bakadam Wisata, Umar mengatakan, telah berhasil menurunkan harga jual tiket penerbangan yang sebelum USD1.250 menjadi USD850.

“Kita mengharapkan, dengan harga tiket yang turun tersebut, tidak akan mengurangi pelayanan terhadap Jemaah selama dalam perjalanan. Pelayanan terbaik akan tetap diberikan dan perlu juga ditambahkan. Bahkan harga ini sudah termasuk asuransi perjalanan yang dicover oleh Adira Insurance melalui produk Traveling Syariah,” lanjut Umar.

Traveling Syariah memberikan jaminan perlindungan kepada pelanggan yang ingin menunaikan ibadah Umrah antara lain biaya perawatan medis, evakuasi medis darurat, repatriasi kematian, keterlambatan bagasi, kehilangan/kerusakan bagasi, kehilangan barang pribadi dan dokumen perjalanan, hingga travel inconvenience seperti pembatalan perjalanan, perubahan perjalanan, penundaan perjalanan sampai keterlambatan pemberangkatan. (mg8/jpnn)

Related Articles

Back to top button