Metropolis

Perkuat Silaturahmi Lewat Tarling

Radarbekasi.id – Pemerintah Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat, memiliki cara tersendiri untuk memperkuat hubungan silaturahmi dengan warga selama Ramadan ini. Salah satunya yakni melalui program Tarawih Keliling (Tarling).

Lurah Bintara Endang Supratman kepada Radar Bekasi mengaku, program tarling tersebut dilaksanakan setiap hari senin dan rabu.Tarling dimulai di RW 10 kelurahan Bintara yang dilaksanakan di Masjid Al-Mmuhajirin dan berlanjut ke RW 02 dimana di wilayah tersebut terdapat masjid Al-Mulk dan Al-Ikhlas, kemudian akan berlanjut di RW 03 atau RW 06 dan RW 05 tepatnya dimasjid Al-Ikhlas.

Pada kesempatan tarawih pertama kemarin, dirinya mengaku belum bisa menghadiri undangan yang datang dari masjid Subbussalam yang terletak di lingkungan RW 08 kelurahan Bintara.”Sama staff ya sama para kasi kita muter-muter biar silaturahmi terjalin antara ulama dan umarah kita harapkan ada kebajikan,“ Ujar Endang Supratman.

Dia menjelaskan bahwa taraweh keliling akan dilaksanakan leh para staff dan kasi serta sekertaris lurahnya. Namun ia menyampaikan bahwa gerakan tarawih keliling ini belum menjadi gerakan tetap karena baru beberapa pejabat saja yang hadir. Dilingkungannya terdapat satu RW yang belum bisa melaksanakan tarawih keliling karena masjid dilingkungan tersebut masih menggabung dengan masjid yang berada dilingkungan kelurahan Kranji yakni RW 07.

“Kita terawih keliling ke masjid masjid yang ada di sekitar kelurahan bintara, terawihnya ini tidak serta merta hanya lurah saja tetapi para seksi dan sekelnya “ tegasnya.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi.Tarling sendiri dilakukan hanya yang berafiliasi dengan NU, baik secara kultur maupun struktur di Kota Bekasi.

Demikian disampaikan Ketua Pelaksana Tarling, Nurul Akmal di sekretariatnya, Rawa Lumbu. Hal itu dimaksudkan untuk memperkuat jalinan ukhuwah dan silaturrahim antar umat Islam, terutama Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.

“Tarling tahun ini sudah yang Ke-10. Para penceramah yang disediakan PCNU Kota Bekasi, tentu yang berkompeten dan punya misi untuk mempersatukan umat, bukan justru memecah belah,” katanya.

Di tengah teror bom yang sedang mengemuka, ia melanjutkan, NU berkewajiban untuk menjadi penyejuk.Kemudian memberikan pemahaman tentang Islam Indonesia yang ramah. Sebab, Akmal menyebut, Islam di Bumi Pertiwi ini senantiasa berdakwah dengan cara merangkul, bukan memukul.

“Ceramahnya harus menyejukkan, penceramah yang mengisi malam Ramadhan tentu bukan ustadz sembarangan. Melainkan ulama atau kiai yang ilmunya luas dan mumpuni ketika bicara tentang Islam di tengah masyarakat yang plural,” tandasnya.

Selain teror bom, NU juga harus bisa menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah suasana penyebaran isu sektarian yang kerap muncul. Terlebih, dalam suasana tahun politik.

“Belum lama, kami mendengar ada seorang yang didaulat sebagai ulama, tetapi isi ceramahnya sangat provokatif. Menyerang lawan politik dengan kalimat atau ucapan yang sangat tidak etis,” singgungnya.
Karena itu, imbuh Akmal, NU harus menjadi jawaban dari itu semua. Bahwa menjadi seorang Muslim yang baik haruslah dengan menjaga lisan dan tangannya dari segala macam kejahatan kepada saudara sesama muslim dan saudara kemanusiaan. (cr38/kub/pojokbekasi)

Related Articles

Back to top button