Pendidikan

Peran Orang Tua Dalam Meraih Masa Depan

Oleh: Dewi Hajarwati, S.Pd

Radarbekasi.id – Kesibukan orang tua dalam mencari nafkah sering kali membuat anak – anak kita kurang perhatian. Padahal anak-anak merupakan pengganti orang tua di kemudian hari. Apa yang kita cari selama ini hanya untuk mempersiapkan guna mencapai masa depan buat mereka nantinya. Tanpa disadari semua ini merampas waktu yang seharusnya berharga dalam masa-masa tumbuh kembang anak-anak kita. Kita tidak dapat mengikuti secara detail perkembangan watak, moral dan perilaku serta motivasi anak-anak baik dalam sekolah ataupun mencapai cita-cita mereka.

Jika anak kita merasa kurang sesuai dengan keinginan, maka selalu solusinya melakukan peningkatan dengan bantuan orang lain. Tidak jarang kita melihat sejumlah orang tua yang harus meminta bantuan guru les untuk membantu mereka dalam membimbing anak mereka dalam belajar, sekalipun mereka sudah menghabiskan berjam-jam di sekolahnya.

Tapi tahukah Anda bahwa cara tersebut tidak sepenuhnya tepat? Sejumlah anak yang memang tidak menemukan kenyamanan dalam belajar, sekalipun ada seseorang yang membimbingnya, mereka tetap terlihat tidak bersemangat. Alasannya, hampir bisa dipastikan, karena mereka merasa terpaksa. Mereka hanya mengikuti permintaan dan menuruti perintah orang tua mereka. Lalu apa yang didapatkan, sebagai orang tua, dari situasi yang seperti ini?

Memaksa anak untuk belajar tidak akan memberikan perubahan apa-apa pada prestasi mereka, tidak lebih baik jika dibanding dengan memberikan mereka motivasi untuk belajar dan menemukan kenyamanan mereka sendiri dalam melaksanakan kewajibannya. Motivasi belajarlah yang mereka butuhkan dari kita, para orang tua.

Ada hal-hal yang dapat menumbuhkan motivasi anak-anak dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari, diantaranya yaitu :

Sebagai orang tua hendaknya kita memberikan gambaran tentang Masa Depan yang dicapainya.
Apabila kita orang tua beranggapan bahwa belajar dan pendidikan merupakan sesuatu yang baik dan nantinya dapat berguna bagi masa depan, hendaknya kita harus memberikan alasan kepada anak-anak yang nyata dan jelas. Janganlah kita memberikan alasan yang bersifat mendoktrin kepada mereka.

Dalam mengemukakan alasan hendaknya kita orang tua dengan menggunakan pendekatan kekeluargaan yang dirasakan lebih nyaman sehingga aksi yang akan diberikan oleh anak kita akan cenderung lebih efekti

Pada intinya, Anda perlu bersikap secara lebih terbuka pada anak-anak kita. Hindari memberikan mereka “ceramah” tentang betapa pentingnya belajar. Pada saat menyampaikan kepada anak-anak bisa dengan cara bercerita dan berbagi antar orang tua dan anak. Biarkan mereka mengolah pesan yang ingin kita sampaikan secara mandiri.

2. Mengajak anak-anak untuk saling berbagi
Mengajak anak – anak dalam menyusun masa depannya merupakan salah satu motivasi belajar yang paling efektif dan berpengaruh bagi kualitas belajar mereka. Ajaklah anak untuk berdiskusi kecil sambil duduk santai ataupun saat melakukan aktivitas yang ringan. Diskusi dalam menentukan cita-citanya ataupun tujuan hidupnya nanti.

Kita para orang tua berkewajiban untuk membimbing anak-anak dalam menentkan cita-cita dan tujuan hidup di masa depan. Ini dilakukan agar mereka sedari usia dini sudah mempunyai tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka akan lebih termotivasi dengan keikhlasan untuk melakukan aktivitas yang menunjang cita-citanya itu.

Kita juga tanamkan kepada mereka, dengan belajar kita mempunyai banyak pengetahuan dan pengalaman. Akibatnya mereka akan berfikir bahwa belajar dapat memudahkan dalam mencapai tujuan hidup. Anak-anak akan belajar atas kemauan dan keinginan sendiri dengan ikhlas Selain itu, sesi berbagi dengan keluarga seperti ini, bisa mendekatkan hubungan orang tua dengan anak-anak kita.. Tumbuh kembangnya sangat terpengaruh oleh kualitas diskusi informal semacam ini yang dapat mereka dapatkan hanya dari lingkungan rumah.

3. Memberikan pendidikan kepada anak-anak yang tidak diajarkan di sekolah
Hendaklah kita sesekali mengajak anak-anak untuk melihat pameran seni. Pameran seni merupakan salah satu pembelajar anak yang tidak ada di kelas. Kegiatan seperti ini dapat meningkatkan motivasi bagi anak-anak untuk mengapresiasikan bidang seni yang dimilikinnya.
Pameran seni ini hanyalah contoh dari sekian tempat atau sarana edukatif yang dapat kita kenalkan pada anak-anak agar mereka dapat menemukan kenyamanan dalam belajarnya, dan sesuai dengan kegemaran masing-masing.

Jika perlu, kita dapat mengajak anak-anak untuk berkunjung ke berbagai tempat yang berbeda lagi guna memberikan pandangan tentang banyak hal yang ada di dunia ini. Kebiasaan seperti ini dapat membantu anak kita dapat menemukan hal yang mereka sukai untuk kemudian mereka raih.

Betapa pentingnya peranan orang tua dalam meraih masa depan anak-anak. Meskipun sudah dipersiapkan masa depan anak-anak kita melalui kerja keras, peran pendampingan tetap dibutuhkan bagi mereka. Kedekatan orang tua kepada anak akan menjadikan kepercayaan diri dalam menentukan masa depannya. Sehingga tanggung jawab anak dalam belajar dapat dilakukannya dengan keiklasan tanpa harus bersusah payah menyuruhnya untuk belajar. (*)

Related Articles

Back to top button