Life Style

Pelaku IKM Bangun Kluster di Kawasan Industri

Radarbekasi.id – Para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Kabupaten Bekasi, mulai membangun kluster di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di kawasan Deltamas.

“Pelaku usaha kecil asal negara Jepang sudah ada di kawasan Delta mas, Kabupaten Bekasi. Maka dari itu, kita jangan kalah, karena kita memiliki banyak produk IKM yang lebih kompetitif kualitasnya,” ucap Ketua Asosiasi IKM Logam Kota Bekasi, Sutarjo Sukmono.

Ia menjelaskan, pembangunan kluster tersebut merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. Sebab, kata dia, sebelumnya lahan industri kecil itu sudah dibangun sejumlah pelaku usaha kecil dari perusahaan asing. “Untuk usaha kecil Indonesia ini yang pertama, mudah-mudahan jadi jembatan kedepannya,” harapnya.

Menurut Sutarjo, ada kelebihan ketika seluruh perusahaan kecil mulai bersatu di dalam satu kawasan. Salah satunya, semakin dekatnya perhatian pemerintah kepada pelaku usaha. “Kalau sudah terintegrasi, pemerintah diharapkan bisa lebih memerhatikan nasib pelaku usaha kedepannya,” imbuh Sutarjo.

Diakui Sutarjo, selama ini pelaku usaha industri kecil tak bisa bersama-sama. Sehingga, tak heran kalau produksi mereka banyak yang kembang kempis. “Kalau dulu memang keberadaan mereka terpisah-pisah. Tapi sekarang sudah menjadi satu,” terangnya.

Sutarjo menambahkan, nantinya akan ditambah lagi lahan 2.5 hektar khusus untuk menampung para IKM. Sebab, antusias pelaku usaha dalam memasarkan produknya sudah terlihat tinggi.

Dengan adanya kawasan kluster IKM, lanjut Sutarjo, pihaknya siap bersaing dengan produk asing seperti Cina. Sebab, selama ini hambatan di pasar adalah persaingan dengan produk Cina. “Kami berani bersaing dengan produk manapun, termasuk produk asal Cina,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi UKM Pendukung Industri, Edison Sihombing menerangkan, kluster industri ini merupakan sarana belajar para pegiat usaha. Sebab, sebagai perusahaan kecil menengah harus mampu menunjukkan produksi yang berkualitas. “Kita harus banyak belajar untuk bisa meningkatkan produksi,” jelasnya.

Edison menambahkan, untuk katagori perusahaan IKM sendiri beromset Rp50 miliar per satu tahun. “Untuk pekerjanya ada yang memiliki 10 sampai 15 orang,” tutupnya. (oke)

Related Articles

Back to top button