Metropolis

Perempuan Bercadar Bukan Teroris

Radarbekasi.id – Pemakaian cadar bagi perempuan muslim akhir-akhir ini menimbulkan stigma negative. Mereka kerap dikaitkan sebagai anggota dari kelompok teroris yang meresahkan masyarakat. Padahal, perempuan berjadar tidak ada hubungannya dengan teroris. Demikian ditegaskan Sekertaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi Ayi Nurdin.

Menurutnya, pemakaian cadar (niqab) bagi perempuan muslim masih menjadi perselisihan oleh para pakar hokum islam. Dia mengatakan, mayoritas fuqaha (baik dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’I maupun Hambali) berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat. Maka menurutnya jika demikian wanita boleh menutupinya dengan cadar dan boleh membukanya. Menurut madzhab Hanafi, kata Ayi, di zaman kita sekarang wanita muda dilarang memperlihatkan wajah diantara laki-laki bukan karena wajah itu sendiri adalah aurat tetapi lebih karena menghindari fitnah.

“Madzhab Maliki mengatakan, makruh hukumnya wanita menutupi wajah baik ketika dalam shalat maupun diluar shalat karena termasuk perbuatan berlebih-lebihan, “ ungkap Ayi Nurdin.

Sedangkan dikalangan madzhab Syafi’I sendiri terjadi silang pendapat, dimana pendapat pertama menyatakan bahwa memakai cadar bagi wanita adalah wajib sedangkan pendapat kedua mengatakan Sunnah, sedang pendapat ketiga adalah Khilaful Awla yakni menyalahi yang utama karena utamanya tidak bercadar.

“Memakai cadar bagi wanita jika dipaksakan di Indonesia akan mengalami banyak kendala. Toh faktanya masalah cadar adalah masalah yang diperselisihkan oleh Fuqaha. Dan NU sendiri bukan hanya mengakui madzhab Syafi’I tetapi juga mengakui ketiga madzhab fiqih yang lain yaitu Hanafi, Maliki dan Hambali “ ujar Ayi Nurdin kepada Radar Bekasi.

Sementara itu, Humas Protokol Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bekasi Evi Agustin mengatakan, menggunakan cadar merupakan keyakinan. Dia menjelaskan, dalam islam bercadar itu memang ada, tapi dilain itu keyakinan cadar pun bukanlah suatu yang diharuskan untuk menggunakannya.”Ada yang menggunakan cadar, ada juga yang tidak menggunakan cadar. Ini tentang keyakinan masing-masing “ ucapnya.

Evi Agustin mengatakan, bagian aurat wanita berada dari ujung kepala hingga ke ujung kaki sebagaimana terdapat pada Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59. Menurutnya tindakan masyarakat yang memberikan statemen bahwa wanita bercadar itu adalah teroris sangat tidak tepat, pasalnya harus ada yang dipisahkan dalam berfikirnya.

“ Kepada masyarakat untuk tidak mengungkit suatu kejadian. Ia mencontohkan, apabila ada seseorang yang mengaku islam kemudian membunuh orang lain, apakah seluruh seluruh umat islam itu di cap sebagai pembunuh, jelas tidak, “ tegasnya kepada radar Bekasi.

Evi Agustin berharap masyarakat lebih bisa cerdas dalam menerima informasi dan berita apapun, masyarakat tidak perlu berprasangka suatu kejadian dikaitkan satu sama lain karena menurutnya kita semua menginginkan kedamaian dalam republic Indonesia ini tetap ada. (cr38)

Related Articles

Back to top button