Life Style

Rencana Penurunan Pajak UMKM Disambut Positif

Radarbekasi.id – Adanya rencana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan untuk menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari 1 persen menjadi 0,5 persen, disambut baik para pelaku usaha.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bekasi Raya, Radityo Egi Pratama. Menurutnya, dengan adanya penurunan tarif PPh tersebut, akan menambah jumlah pelaku usaha baru.

“Kami menilai, keputusan ini sangat baik, dan bisa membuka peluang untuk meningkatkan jumlah pengusaha UMKM,” kata Egy kepada Radar Bekasi.

Apalagi, lanjutnya, jika penurunan pajak tersebut juga berlaku bagi pelaku usaha UMKM dari golongan berpenghasilan maksimal Rp6 miliar. Dan tidak hanya yang berpenghasilan maksimal Rp4,8 miliar.

Dengan begitu, pelaku UMKM biasanya fokus memperbaiki dari sisi produk maupun keuangan. “Harapannya, insentif ini harus didukung dengan pelatihan-pelatihan terkait pembukuan keuangan usaha dari pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UMKM Makanan dan Minuman (Mamin) Kota Bekasi, Afif Ridwan menilai, penurunan pajak bagi UMKM itu dapat membuat beban pelaku usaha menjadi berkurang.

“Kebijakan ini sangat positif, dan bisa mengurangi beban UMKM,” terangnya.

Diketahui, sampai dengan saat ini Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Kementerian Perekonomian, masih mengkaji revisi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang penurunan pajak UMKM tersebut. Namun sayangnya, belum diketahui waktu pasti kebijakan tersebut diberlakukan. (oke)

Related Articles

Back to top button