Metropolis

Kemenangan Umat Islam

Oleh : Aiman Syarif "Ketua Umum PC IMM Bekasi Raya 2018-2019"

Radarbekasi.id – Kalau kita melihat dalam catatan sejarah umat Islam, bulan Ramadan sangat berkaitan erat dengan sejumlah peristiwa dahsyat kemenangan umat Islam.

Maka tak heran bila para ulama mengatakan bulan Ramadan adalah Syahru Intishor (Bulan Kemenangan) karena banyak sekali kemenangan penting yang diraih umat Islam yang terjadi bertepatan pada bulan suci ini.

Ramadan juga kerap kali dikatakan sebagai bulan pembeda. Membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Membedakan keadaan dengan keadaan yang lain menjadi titik balik perubahan umat muslimin.

Kemenangan Dakwah Rasulullah SAW

Dalam sejarah peradaban Islam, Muhammad SAW adalah Rasul Allah SWT yang diutus untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Rasulullah menyebarluaskan ajaran Islam kepada masyarakat Makkah tempat kelahirannya itu dengan cara berdakwah.

13 tahun Muhammad Saw menjalankan misi dakwahnya, akan tetapi tidak banyak orang-orang kafir Quraisy yang berada di Makkah mau memeluk ajaran yang dibawa Muhammad SAW, melainkan cacian, hinaan, dan hujatan bertubi-tubi yang di terima Muhammad SAW.

Bahkan Muhammad SAW menerima ancaman akan dibunuh jika masih ingin menyebarluaskan ajaran Islam di Makkah.

Melihat itu,  Muhammad SAW memutuskan untuk berhijrah atau berpindah ke Madinah dengan pertimbangan keselamatannya dan keselamatan seluruh umat Muslim di Makah. Maka pada tahun 622 M Muhammad Saw dan seluruh umat muslim berhijrah atas perintah Allah SWT.

Hijrahnya Muhammad SAW adalah titik balik perjuangan dakwah dalam menemukan keberhasilan. Kedatangan beliau di Madinah disambut baik oleh penduduk Madinah dan ajaran yang dibawanya dapat diterima dengan baik oleh penduduk Madinah.

Memasuki tahun ke-2 Hijrah, ayah dari Siti Fatimah ini mendapatkan perintah berpuasa yang terdapat dalam QS Albaqarah ayat 183. Pada tahun yang sama, pada 17 Ramadan tepatnya, beliau mendengar kabar bahwa orang-orang kafir Quraisy akan menyerang Madinah dengan jumlah pasukan yang banyak. Diceritakan terdapat 1000 pasukan dari kaum kafir Quraisy yang akan menyerbu Madinah. Tanpa ada persiapan perang pun, beliau  berangkat dengan jumlah 313 orang ingin menghadang pasukan Quraisy di Badr, sebuah tempat terletak antara Makkah dan Madinah.

Kemenangan Badr

Dalam catatan sejarah umat Islam, terdapat sebuah peperangan amat dahsyat yang dimenangkan oleh kaum Muslimin di daerah Badr yang dinamakan dengan perang Badr, perang Badr ini disebutkan oleh para ulama dengan sebutan Gozwul Badr Al-Qubro (perang Badr Yang amat Dahsyat) dan kemenangan besar ini terjadi pada bulan Ramadan.

Dengan pasukan yang sedikit, kaum Muslimin mampu memenangkan peperangan melawan kaum kafir Quraisy yang jumlah pasukannya tiga kali lipat lebih banyak. Pada hari itulah Allah SWT membungkam kemusyrikan dan menghancurkan semua sarana dan golongannya yang di jelaskan dalam Q.S Ali Imran ayat 123 yang artinya “Sungguh Allah Swt telah menolong kalian dalam peperangan Badr, padahal kalian (ketika itu) orang-orang yang lemah (sedikit)”.

Kemenangan Kota Makah

Pada tahun 8 Hijrah, terdapat sebuah kemenangan besar yakni pembebasan kota Makah yang dilakukan tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus penghancuran seluruh berhala-berhala yang ada di Makkah.

Peristiwa ini disebut sebagai peristriwa Fathul Makah (Penaklukan Kota Makkah) dan peristiwa ini terjadi tepat pada 10 Ramadan.

Pasca kemenangan dalam perang Badr, kekuatan umat muslim meningkat pesat dan sangat ditakuti oleh kaum kafir Quraisy, maka datanglah 10.000 kaum muslimin ke Makkah untuk mengambil alih kembali tanah kelahiran mereka dahulu sebelum hijrah, tanpa ada perlawanan sedikitpun umat muslim berhasil mengambil alih Kota Makkah dan menghancurkan 360 berhala yang ada di Makkah.

Kemenangan Ain Jalut

Ain Jalut adalah sebuah peperangan yang menjadi titik balik kekuatan umat muslim. Perang ini dimenagkan oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Raja Mesir Al-Muntazar Saifuddin Quthuz melawan bangsa Tartar atau bangsa Mongol yang dipimpin Khulagu Khan.

Kekuatan tentara Mongol pada saat itu sangat ditakuti bangsa manapun, terlebih setelah membumihanguskan Dinasti Abasiyah pada tahun 1258 M di Bagdad.

Ain Jalut adalah sebuah daerah di Palestina dan juga merupakan daerah perbatasan antara Mesir. Di Ain Jalut inilah kedigdayaan Bangsa Mongol dihancurkan, dan inilah kekalahan pertama yang dirasakan Bangsa Mongol.

Kemenangan ini tentunya mengembalikan kembali kejayaan umat Islam yang telah dihancurkan oleh Bangsa Mongol. Peristiwa Ain Jalut inipun terjadi pada 15 Ramadan 658 H.

Harapan Kaum Muslim untuk Ghaza

Dengan kemuliaan bulan Ramadan ini dan peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan suci ini, bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pula pada saat ini, dimana kaum muslimin di Ghaza sedang di bombardir tentara Zionis Yahudi yang ingin mengambil alih Tanah Suci umat muslim. (*)

Related Articles

Back to top button