Berita Utama

Kasus Jafar Alatas Diserahkan ke Gakumdu

Radarbekasi.id – Juru kampanye paslon wali kota dan wakil wali kota Nur Supriyanto-Adhy Firdus, Habib Jafar Alatas menolak dirinya menebar ujaran kebencian dalam kampanye akbar di Lapangan Multiguna, Bekasi Timur, Sabtu (12/5).

Memenuhi panggilan Panwaslu Kota Bekasi kemarin, Jafar santai menanggapi tudingan ujaran kebencian dan SARA yang dialamatkan kepada dirinya. Jafar justru menganggap apa yang menimpa dirinya sebagai hal biasa.

“Ini masalah biasa, masalah statment babi babi itu, intinya ada dalilnya. Saya bilang ulama-ulama babi, ustad-ustad babi itu ada dalilnya, dimana di zaman nabi Musa seseorang yang menjual agamanya untuk duniawi, Allah ubah dirinya menjadi seekor babi,” katanya kepada awak media.

“Nah ini kan kita di zaman nabi Muhammad, andaikan syariatnya nabi Muhammad sama seperti syariatnya Nabi Musa, mungkin lebih banyak babi dibanding manusia,“ sambungnya.

Dirinya membantah jika orasinya tersebut menyindir lawan politik NF di Pilkada Kota Bekasi.“Itu bukan ujaran kebencian, itu ajaran agama untuk menasehati. Kalau gak berkaitan jangan marah. Itu ceramah, Jadi bukan untuk menuduh pihak tertentu. Saya bilang siapapun kok, tidak tertuju pada siapapun, netral jadinya. Hanya mungkin, yang merasa aja,” tuturnya.

Ia mengatakan dirinya melihat mulai ada riak-riak kriminalisasi terhadap ulama.

“Ini bentuk kriminalisasi ulama, jadi saya sayangkan Panwaslu ini bekerja untuk siapa. Arahnya kalau bicara tentang ulama kok agak tajam banget, jadi jangan sampai Bekasi ini jangan kayak Jakarta,“ ujarnya.

Komisioner Panwaslu Kota Bekasi Bidang Penindakan Pelanggaran, Muhammad Iqbal, mengatakan usai mendengar klarifikasi Jafar Alatas pihaknya akan melakukan pembahasan dengan Sentra Gakumdu untuk menentukan seperti apa memunuhi unsur atau tidak, diputuskan disana.

“Video yang kita miliki murni hasil dari kita bukan yang beredar. Itu dari Panwascam Bekasi Timur. Ya dua hari ini kita akan dibahas, pastinya kita hanya nanya sekitar 12 klarifikasi itu. Memang tidak bisa langsung diputuskan harus dirapatkan untuk ada kesimpulan nantinya,” tandasnya. (sar)

Related Articles

Back to top button