Cikarang

Rapat Pembahasan THM Alot

Satpol PP Belum Tutup THM

Radarbekasi.id – Rapat koordinasi pembahasan Tempat Hiburan Malam (THM) yang diatur dalam Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Keparawistaan berjalan alot, Kamis (24/5).

Belum ada keputusan bersama yang disepakati dalam rapat yang dihadiri tokoh masyarakat, Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Bekasi Raya dan Organiasasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sejumlah pihak yang hadir meminta supaya Pemkab Bekasi melalui Satpol PP Kabupaten Bekasi menutup THM secara permanen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi, Hudaya mengatakan, pihaknya tidak dapat menutup THM yang tertuang di pasal 47 Perda nomor 3 tahun 2016. Sehingga, tidak ada titik temu dalam rapat tersebut.

“Kita kesulitan untuk menutup usaha yang dilarang, karena memang tidak tercantum dalem ketentuan pidana. Jadi ada larangannya, tetapi tidak ada dalem ketentuan pidananya,” kata Hudaya.

Padahal, menurut Kepala bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Tri Cahyani, pasca perda pariwisata ditetapkan, pihaknya langsung melakukan pendataan sosialisasi bersama tim Pengembangan, Pembinaan, Pengawasan, Pengendalian, Penertiban, dan Penindakan Pariwisata.

“Dari hasil pendataan dan sosialisasi ada 97 tempat hiburan, seluruhnya sudah dilayangkan surat teguran hingga tiga kali, hasilnya pun sudah dilaporkan pada Bupati pada april 2017, untuk selanjutnya memerintahkan Satpol PP melakukan penutupan,” jelasnya.

Menurut Tri, pihaknya bersama tim P6-Par telah menjalankan tugasnya. Sedangkan terkait penutupan itu kewenangan Satpol PP.

Ia berharap Satpol PP bisa menegakan Perda THM. “Yang saya tahu Satpol PP juga sudah mengeluarkan peringatan satu sampai tiga, untuk selanjutnya dilakukan penutupan, kami berharap ada dukungan dari Satpol PP agar perda bisa di tegakan,” tuturnya.

Menanggapi belum ditutupnya THM, Perwakilan dari Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Kabupaten Bekasi, Ncang Aji mengatakan, tidak adanya sanksi pidana jangan di jadikan alasan bagi Satpol PP untuk tidak menutup THM, karena seluruh THM yang ada di Kabupaten Bekasi tidak ada yang memiliki ijin. “Yang kita tuntut itu, tolong tutup semua,” ucapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Damin Sada meminta Bupati Bekasi segera mencopot kepala Satpol PP. Pasalnya, sampai saat ini tidak bisa menutup Tempat Hiburan Malem (THM).

“Kalau dinas (Satpol PP) enggak berani menutup THM, pecat saja kepala dinasnya, ganti sama yang berani, kalau tetap di pertahankan berarti Bupati enggak tegas,” ucapnya.

Menurut dia, sudah tidak alasan untuk tidak menutup THM karena hal itu telah diatur dalam Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker