Berita Utama

Kapolres: Jangan Rusak Pilkada dengan Hoax ’’Perang Salib’’

Radarbekasi.id – Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengingatkan kepada masyarakat Kota Bekasi untuk selalu waspada dan teliti dengan seruan yang dapat memecah belah kerukunan umat antar Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Menyusul beredarnya broadcast (BC) ajakan “Perang Salib” di sejumlah WhatsApp Group (WAG) terkait dukungan salah satu kelompok ke kandidat tertentu di Pilkada Kota Bekasi.

Dikatakan Kapolres, bahwa belum lama ini pihaknya mendapatkan laporan adanya selembaran seruan yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kristen Bekasi for Rahmat Effendi (GPKB FORENDI), yang mengancam akan membuat gerakan “Perang Salib” di Kota Bekasi.

“Seruan itu tidak benar. Polres Metro Bekasi Kota sudah melakukan lidik dan mengecek kebenaran tersebut. Seruan itu hoax yang sengaja dibuat untuk merusak kerukunan antar umat bergama dan jalannya Pilkada di Kota Bekasi,” terang Indarto dalam rilisnya, Sabtu (26/5).

Kapolres menambahkan, pihaknya sudah menangkap pelaku penyebaran selebaran bersifat memecah belah itu. ’’Sekarang masih kita lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Nanti Senin kita rilisnya,’’ imbuhnya.

Indarto mengatakan, keterangan seruan adanya ’’Perang Salib’’ itu juga dibantah langsung oleh para tokoh umat agama Kristen dan pimpinan gereja di Kota Bekasi.

’’Para tokoh dan pimpinan gereja menyatakan keterangan, bahwa itu adalah hoax. Tidak benar. Jadi saya mengimbau kepada masyarakat Kota Bekasi agar tidak terpancing seruan-seruan yang akan memecah belah antar umat beragama di Kota Bekasi,” pesannya.

Berdasarkan keterangan dari para tokoh dan pimpinan gereja, Indarto menambahkan, di Kota Bekasi tidak ada organisasi pemuda Kristen. ’’Di Kota Bekasi tidak ada organisasi pemuda Kristen, kami sudah mengecek itu semua,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh agama serta pimpinan gereja Kristen dan Khatolik Kota Bekasi, ramai-ramai mendatangi Polres Metro Bekasi Kota. Mereka membuat klarifikasi berkenaan sebaran seruan yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kristen Bekasi For Rahmat Effendi disingkat GPKB Forendi.

Adapun klarifikasi tersebut dibuat dalam sebuah surat pernyataan bersama dengan dihadiri Pj Wali Kota Bekasi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Dandim 05/07 Bekasi, unsur Pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di aula pertemuan Polres Metro Bekasi Kota.

Adapun para perwakilan pembuat surat pernyataan tersebut, adalah Romo Yustinus Kesaryanto dari Gereja Katolik Dekenat Bekasi, Pendeta Joskusport Silalahi PGIS Kota Bekasi, Pendeta Subagio Sulistyo dari PGPI Kota Bekasi, Pendeta Aris Budianto PGLII Kota Bekasi, serta Pendeta Yohanes Nur dari BAMAG LKKI Kota Bekasi. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close