Metropolis

Kenek Selamat, Sopir jadi Mayat

Radarbekasi.id – Brakk !!! tembok pembatas di Jembatan I Kalimalang, Kelurahan Pekayon Jaya, hancur berantakan ditabrak mobil pikap pengangkut puing bangunan. Sopir sekaligus mobil yang dikemudikannya terjun bebas ke aliran sungai Kalimalang, Sabtu (26/6) dini hari. Hanya kenek kendaraan yang menyelamatkan diri dari peristiwa maut itu.

Hal itu membuat warga sekitar dan pengguna jalan geger. Ratusan orang terlihat berdiri di sisi kanan dan kiri untuk melihat kejadian tersebut.

Adalah Basri, kenek yang mendampingi sopir yang terjebak di dalam mobil, Maman, saat mengantar puing bangunan yang diambil dari PT Barkeley di sekitar wilayah Lagoon.

Ia menceritakan, awalnya ia bersama Maman mengambil puing bangunan untuk diantar ke salah satu kebun di Kelurahan Pekayon Jaya. Dari arah Lagoon, kendaraan jenis Mitsubhisi L300 itu mengambil rute jalan sebelah selatan Kalimalang.

Kemudian, kendaraan bernopol B 9486 NY belok kanan di jembatan satu untuk menanjak di Jembatan di Pekayon Jaya yang cukup curam.

Saat sampai di tengah jembatan, kata Basri, kendaraaan yang dikemudikan mati. Perlahan kendaraan tersebut mundur ke belakang. Ia langsung berinisiatif menyelamatkan diri dengan membuka pintu mobil sebelah kiri dan melompat karena kendaraan mulai mengarah ke Kalimalang.

Sementara itu, Maman masih berada di dalam mobil. Ia tidak keluar dan berusaha mengendalikan kendaraan. Benar saja, kendaraan tersebut langsung menabrak beton pembatas jembatan. Akhirnya, dia sekaligus mobil tersebut masuk ke dalam Kalimalang.

Basri mengalami luka di tangan dan wajahnya. Sementara Maman masih di dalam air bersama kendaraan tersebut.

“Saya bawa puing menanjak nggak kuat. Pas sudah sampai tengah taunya (mobil pengangkut puing) turun lagi,” kata Basri di lokasi kepada Radar Bekasi, Sabtu (26/5) dini hari.

Selanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan polisi setempat yang mendapatkan informasi tersebut datang ke lokasi. Mereka berupaya untuk melakukan evakuasi kendaraan dan sopirnya.

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Aditya mengatakan, pencarian dilakukan bersama dengan tim gabungan.

Yang pertama ditemukan mobil pengangkut puing tersebut setelah empat jam pencarian di sekitar lokasi kejadian. Mobil itu diangkut menggunakan crane. Kondisinya parah. Kaca depan dan samping pecah. “Setelah mobil korban diangkat, tenyata korban tidak ada di dalam mobil,” katanya.

Pihaknya kembali melakukan pencarian. Pencarian selanjutnya dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Wilayah Kalimalang disisir tim gabungan untuk mencari Maman. Tapi ternyata hasil pencarian tersebut nihil.

Kemudian, tim gabungan berhenti untuk melakukan evaluasi dari pencarian yang mereka lakukan selama kurang lebih delapan jam itu.

Selang beberapa waktu, pukul 19.30 WIB, warga melaporkan telah ditemukan mayat mengambang yang diduga Maman. Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak ke lokasi tempat mayat tersebut mengambang, pukul 19.35 WIB.
Ternyata benar, itu adalah sopir yang terjebak di dalam mobil. ’’Korban dievakuasi dan langsung dibawa menuju RSUD Kota Bekasi untuk di visum dan diserahkan kepada pihak keluarga,” tambahnya. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close