BEKASI METROPOLIS

Pengamen Depan Grandmal Meresahkan

Paksa Penumpang Angkot Berikan Uang

Radarbekasi.id – Keberadaan pengamen di Jalan Sultan Agung disekitaran Grandmal meresahkan penumpang angkutan kota (angkot). Hal itu pun dikeluhkan para pengguna angkot yang didominasi kaum hawa.

Pasalnya, mereka kerap meminta uang kepada penumpang angkot dengan cara memaksa. Salah satu warga, Aminah (34) menyatakan, dirinya merupakan pengguna angkot yang hari-harinya melintas di jalan tersebut.

Ia menceritakan, terkadang para pengamen meminta uang bayaran dengan mamatok harga sebesar Rp20 ribu.

Hal itu diakuinya cukup mengganggu kenyamanan pengguna kendaraan umum. “Duit buat bayar ongkos terpaksa saya kasih pengamen karena maksa. Mereka bilang saya belum makan lah dari kemarin, butuh uang biaya ini biaya itu. Pokoknya resah lah sama mereka,” katanya.

Ia berharap supaya pihak terkait dapat segera menertibkan para pengamen agar masyarakat pengguna jasa angkot tidak merasa resah dan merasa nyaman.

Sementara itu, salah satu anggota Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang bekerja di sekitar lokasi, Adrian mengatakan, para pengamen biasanya keluar sekitar pukul 15.00.

Mereka di tempat tersebut hingga larut malam. Malahan, semakin malam jumlahnya makin bertambah. “Sampai-sampai satu angkot bisa dinaikin sama empat orang pengamen,” katanya.

Dinas Perhubungan tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan para pengamen di lokasi tersebut. Walaupun diakuinya, sering ada pengguna jalan yang mengeluhkan keberadaan para pengamen. “Saya aja sering diminta masyarakat untuk menciduk mereka. Tapi kan balik lagi, itu bukan tugas saya,” tandasnya. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
%d bloggers like this: