Berita Utama

Terduga Penyebar Hoax Diringkus

Radarbekasi.id – Polres Metro Bekasi Kota menciduk S (42) terduga penyebar edaran hoax “Perang Salib” mengatasnamakan Gerakan Pemuda Kristen Bekasi For Rahmat Effendi (GPKB Forendi).

Polisi memastikan pria yang ditangkap di Rawalumbu itu bukan tim sukses salah satu paslon wali kota-wakil wali kota di Pilkada Kota Bekasi 2018.

“Ini kita murni bicara perbuatan yang dilakukan terhadap yang bersangkutan. Tidak ada hubungannya dengan timses salah satu paslon. Sementara masih ada DPO satu orang lagi,” ungkap Wakapolres Metro Bekasi AKBP Wijonarko, Senin (28/5).

Sejak dua hari lalu, imbuh Wakapolres, sudah ditahan dan diinterogasi. Data diri pelaku juga masih didata infor
“Pelaku tidak menjawab dengan detail saat ditanya terkait profesi pelaku sehari-hari,” imbuhnya.

Menurut Wijonarko, saat ini S diamankan karena diduga sebagai pelaku yang menyebarkan surat provokatif di media sosial yang isinya berasal dari GPKB Forendi kepada ustad dan ulama.

Kepada polisi, kata Wakapolres, S mengaku sudah mengirim selebaran tersebut ke tujuh grup WhatsApp Group (WAG). Polisi masih mendalami motif pelaku menyebarkan selebaran bernada provokatif itu.

“Dari keterangan yang bersangkutan bahwa ingin menginformasikan tentang berita tersebut supaya tersebar ke grupnya,” jelas Wijonarko.

Sementara itu, pembuat selebaran yang mencantumkan informasi hoax itu masih belum ditangkap. Pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengejar dan menangkap pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dikenakan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156a KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto memastikan, selebaran terkait isu Pilkada Kota Bekasi yang mengandung ujaran kebencian itu adalah hoax atau bohong.

“Berita itu tidak benar dan jelas itu adalah bermaksud memecah-belah bangsa khususnya mengacaukan kedamaian Kota Bekasi menjelang pilkada. Jadi tolong jangan share lagi dan jaga persatuan kesatuan kita ciptakan Kota Bekasi yang aman,” katanya, Sabtu (26/5). (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close