Berita Utama

3.030 Kotak Suara Lawas Dipakai Lagi

Radarbekasi.id – Sebanyak 3.030 kotak suara pada Pemilihan Wali Kota Bekasi 2018 menggunakan logistik pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Penggunaan kotak suara lawas ini dibertujuan efisiensi anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi.

Komisioner Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kota Bekasi Kanti Prayogo mengungkapkan penggunaan kotak suara lama ini karena logistik lawas masih layak pakai. Terlebih, kotak suara saat ini tidak ada pengurangan dari jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kotak suara yang digunakan satu saja bagi satu TPS. Jumlah itu cukup untuk 27 Juni nanti, jadi gak ada pengadaan (kotak suara),” ujar Kanti di Kantor KPU Kota Bekasi, Jalan Ir H Djuanda, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, kemarin.

Dia mengungkapkan kotak suara lawas masih berbahan alumunium. Kanti memastikan bahwa kotak suara tersebut tidak ada yang rusak. Pasalnya, sebelum keputusan menggunakan kotak suara lama telah terlebih dulu dilakukan pengecekan. Bahwa kondisinya tidak ada yang dalam kondisi rusak.

Kanti mengatakan pengecekan kotak suara semakin gencar dilakukan. Itu terjadi ketika awal memasukinya tahapan kampanye pada 15 Februari lalu. Menurutnya, dengan menggunakan kotak suara lawas membuat warga tak lagi bingung.
“Untuk distribusinya setelah lebaran, sehari sebelum pelaksanaan pencoblosan,” kata Kanti.

Sementara itu, logistik lain seperti surat suara telah memasuki proses penyortiran. KPU Kota Bekasi melibatkan 180 petugas untuk menyortir surat suara. Adapun jumlah surat suara Pilwalkot Bekasi mencapai 1.472.159 suara. Jumlah itu meliputi tambahan 2,5 persen surat suara cadangan dan 2 ribu surat suara antisipasi pemungutan suara ulang.

Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi menargetkan pelipatan surat suara selesai sebelum perayaan Idul Fitri.

Target tersebut termasuk lengkapnya logistik lainnya. Seperti alat pencoblos, bilik suara, maupun kotak suara.

Menurutnya, pelipatan ini harus penuh kehati-hatian. Sebab, jika sembarang melipat dapat merusak surat suara.

“Kemarin dibuka keadaannya tidak ada yang rusak. Pelipat sudah mendapatkan arahan, jangan sampai rusak,” tegas Ucu.

Ucu berharap pelipatan suarat suara tidak mengalami kendala. Seperti adanya surat suara yang hilang. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada petugas sortir turut menjaga setiap surat suara yang telah dilipat. Selain itu, Ucu juga meminta petugas kepolisian mengetatai pelaksanaan pelipatan suara. “Supaya surat suaranya tidak ada yang berkurang perlu penjagaan ketat,” kata Ucu. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close