Berita Utama

Begal Summarecon Dilumpuhkan Korban

Radarbekasi.id – Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota buru-buru mengubah status MIB (19), pria yang membela diri dari aksi pelaku pembegalan di jembatan Summarecon ditetapkan tersangka, kini berstatus sebagai saksi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, menyatakan langsung status MIB bukan tersangka. Melainkan berstatus sebagai saksi. ’’Masih saksi. Bukan tersangka,’’ ungkap Kapolres, Selasa (29/5).

Seperti diberitakan, pada Rabu (23/5) dini hari itu Polrestro Bekasi Kota mendalami dua kasus kriminalitas jalanan. Pertama terkait pencurian dengan kekerasan (curas). Kedua tewasnya pelaku begal karena dibacok korban yang merasa membela diri.

Dua orang korban begal itu MIB dan sepupunya AR. Sementara, pelaku perampokan AS dan IY.
Sebelum status MIB ditetapkan sebagai saksi, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih menyatakan MIB ditetapkan sebagai tersangka.

’’Yang membela diri satu tersangka memang, tapi masih kita minta ahli bagaimana pendapat ahli, kan dia (MIB) bela diri ya. Masuk kah dalam keadaan terpaksa bela diri, nanti kita minta pendapat ahli,” katanya di Bekasi, Senin (28/5).

Terkait status tersebut, Ahmad Fauzi (41), paman MIB menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. ’’Jadi tersangka sama nggaknya itu terserah polisi. Yang pasti, saya kalau melihat celuritnya pasti mati kalau nggak membela diri,” kata Fauzi.

Ia yakin, keputusan kepolisian terkait dengan status hukum keponakannya akan lebih bijak jika melihat kejadian tersebut.

Sementara itu, MIB saat diwawancarai mengaku melakukan perlawanan untuk menyelamatkan diri. Pasalnya, saat mencoba membela diri ia dibacok dua kali di punggung bagian belakang dan di tangan sebelah kiri ketika menangkis hantaman celurit dari pelaku AS.
’’Saya mikir. Ini kalau celurit sama orangnya nggak dijatuhin saya mati dibunuh dia. Terus saya tendang kakinya, saya jatuhin,” ungkapnya.

Remaja asal Madura yang libur di Kota Bekasi itu menceritakan, saat korban sudah jatuh bagian wajahnya terkena celurit tersebut. Setelah itu, dia mengambil celurit itu dan membacok AS.
AS meminta bantuan kepada IY. Lalu, IY mengambil sepeda motor dan bermaksud kabur dari lokasi setelah aksinya digagalkan oleh korban. MIB juga meminta gawai milik sepupunya, AR dikembalikan. Karena sebelumnya gawai AR diambil AS.

“Dia kasihkan ke saya, sambil bilang ‘maaf bang maaf bang, ampun bang, ampun bang’,” ujarnya.
Setelah itu, dengan kondisi penuh luka kedua pelaku perampokan itu kabur meninggalkan lokasi. Diketahui, AS meninggal dunia di RS Anna Medika. Sementara IY masih dalam penanganan medis di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kedua korban juga menuju dokter mengobati luka bacok MIB dari pelaku AS. Setelah itu, mereka kembali pulang ke rumah pamannya, Fauzi, dan menceritakan kejadian yang menimpanya. Oleh Fauzi mereka diminta melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.

Diketahui bahwa, kedua korban dibegal ketika sedang berfoto di jembatan Summarecon dan didatangi kedua orang pelaku. Korban AR, menyerahkan gawainya dan MIB melakukan perlawanan. Belakangan diketahui MIB yang berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur memiliki kemampuan silat. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close