Politik

Usut Dalang Hoax “Perang Salib”

Radarbekasi.id – Penangkapan terduga pelaku penyebar Hoax “Perang Salib” dianggap pengurus Alumni 212 belum menyentuh aktor intelektual. Alumni 212 mendesak polisi mengungkap dalang utama dari penyebaran bernada provokatif itu.

Kepala Divisi Hukum Pimpinan Alumni 212, Damai Hari Lubis mengungkapkan pelaku berinsial S yang diduga menyebarkan berita Hoax , bukan aktor utama. Dia hanya membagikan postingan yang didapat dari rekannya, tanpa ada niat untuk menyebarluaskan.

“S bukanlah otak pelakunya. Saya sudah tanya ke S. Dia hanya ikut nge-share. Bukan otak pelaku di balik kasus ini,” ungkap Damai yang juga kuasa hukum S.

Menurut Damai, S bermaksud mengklarifikasi terlebih dulu kabar tersebut, dan meminta teman grupnya untuk tidak menyebarkan kembali. Namun, rupanya postingan tersebut kembali beredar luas di masyarakat, sampai menjadi viral.

“S bertanya kepada pemberi berita pertama, benar atau tidak berita itu. Oke nanti saya cek dulu,” ujar Damai
“Setelah dicek, dapatlah itu screenshoot. Nah disampaikan lagi, ini loh jangan-jangan ini tidak benar. Jadi ini masih internal, belum keluar,” katanya lagi meniru ucapan pelaku.

Damai merasa ada pihak luar yang sengaja ingin menjatuhkahkan S. Soal siapa sebenarnya sosok di balik penyebar sesungguhnya, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepadanya.

“Jadi harusnya yang keluar dan siapa yang rugi dalam grup tersebut. Ini yang kita tidak jelas. Tapi kalau dari grup, tidak mungkin. Entah ada intel masuk ke grup tersebut, kita tidak tahu. Tunggu saja penyelidikan selanjutnya,” paparnya.

Dirinya juga akan melakukan permohonan penangguhan penahanan dengan jaminan keluarga atau pun rekan korban. “Kita akan ajukan penangguhan,“ tuturnya.

Terpisah, Sekretaris DPC Generasi Muda Musyarawah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Kota Bekasi, Irwan Afriyanto mengatakan ditangkapnya pelaku penyebar Hoax jelang pilkada Kota Bekasi perlu menjadi titik balik dalam mengontrol pasangan calon dalam pilkada.

“KPU harus berani menindak tegas para calon yang melakukan penyebaran ujaran kebencian. Kalau ada tim sukses paslon yang dalam kampanye pilkada menyebar berita (Hoax dan ujaran kebencian), saya kira harus didiskualifikasi, kalau tidak akan merusak mekanisme demokrasi kita,” ucapnya. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close