BEKASI METROPOLIS

Beladiri, Korban Begal Tidak Bisa Dipidana

Radarbekasi.id – Korban begal yang melakukan perlawanan saat dibegal di Jembatan Summarecon, Kelurahan Kayuringin Jaya, Moh Irfan Bahri (19) tidak bisa dipidana.

Dosen Hukum Acara Pidana di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBHARA JAYA), Anggreany Haryani Putri mengatakan, Irfan tidak bisa dipidana jika sudah dalam keadaan terpaksa untuk melakukan pembelaan diri.

“Nggak bisa (dikenakan pidana), karena dia melakukan perbuatan bela paksa. Dia itu dalam keadaan noodweer atau overmacht,” katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (30/5).

Menurutnya, korban tidak bisa dikenakan sanksi pidana apapun. Karena, yang bersangkutan dalam keadaan terpaksa melakukan pembelaan diri. “Jadi ada alasan pembenarnya,” tambahnya.

Ia juga menyatakan, korban yang melakukan pembelaan diri bebas dari segala tuntutan hukum. Karena yang dilakukan korban ialah pembelaan diri. Dalam artian, jika tidak melawan pelaku maka korban yang terancam.

Dia juga menilai, perlu dilakukan rekonstruksi untuk mengetahui secara detail bagaimana peristiwa itu berlangsung. Supaya, dapat diketahui benar atau tidaknya posisi korban tidak ada jalan pilihan lain selain melakukan perlawanan.

“Atau dia sudah kondisi tidak bisa lagi lari baru dia boleh boleh melakukan kondisi bela paksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Moh Irfan Bahri mengaku nekat melawan dan melumpuhkan pelaku karena ia dibacok terlebih dahulu. “Saya mikir, ini kalau celurit sama orangnya (tersangka AS) nggak dijatuhin saya mati dibunuh dia,” ujarnya, Selasa (29/5). (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
%d bloggers like this: