POLITIK

Demokrat Jemput Pemilih Disabilitas ke TPS

Radarbekasi.id – Penyandang disabilitas tak perlu repot-repot mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara mandiri. Partai Demokrat berkomitmen bakal mengawal para penyandang disabilitas dengan menjemput mereka untuk datang ke TPS.

Hal Tersebut diungkapkan politisi perempuan muda Partai Demokrat Kota Bekasi, Yesiana. Selama ini, dalam praktek kehidupan sehari-hari, penyandang disabilitas kerapkali disepelekan. Padahal mereka mempunyai hak suara yang diatur dalam undang-undang.

“Hal itu jadi membuat para penyandang disabilitas menjadi enggan menggunakan hak suara mereka,” terangnya.

Ia menyayangkan hal tersebut. Karena itu, dia berharap pemerintah lebih baik lagi dalam menerapkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. “Kalau Undang-Undangnya, sih, sudah mengatur segalanya dengan baik,” kata dia.

Ia mengatakan penyandang disabilitas masih terus menghadapi hambatan lingkungan. Akibatnya, mereka sulit untuk memperoleh akses atau kesempatan yang sama dengan masyarakat non disabilitas dalam berbagai hal seperti kesehatan, pendidikan, lapangan kerja dan akses pelayanan publik juga hak suara di penyelenggara pesta demokrasi.

Ia berkata, upaya memenuhi hak-hak para penyandang disabilitas tak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah. Semua pihak baik lembaga swasta, masyarakat, dan individu bisa membantu pemenuhan hak-hak dan kebutuhan penyandang disabilitas.

Ia mengatakan, untuk membantu memenuhi hak-hak konstitusional penyandang disabilitas, tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana pencoblosan. ’’Tapi harus ada upaya lebih untuk menghadirkan para penyandang disabilitas ke tempat pemungutan suara,’’ ujarnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bekasi, Ronny Hermawan mengaku siap mengerahkan anggotanya untuk membantu para penyandang disabilitas dalam memberikan suara mereka pada pilkada. Bantuan akan diberikan dalam bentuk penjemputan para penyandang disabilitas menuju tempat pemungutan suara (TPS).

“Ini bukan hanya soal memudahkan akses mereka ke TPS, tapi juga memanusiawikan mereka. Kalau KPU kesulitan, kita yang akan turun langsung. Jumlah mereka enggak banyak, sementara kita punya cukup banyak anggota untuk menjemput mereka,” tegasnya.

Namun Ronny mengaku, upaya menjemput penyandang disabilitas itu masih membutuhkan izin dari KPU sebagai penyelenggara pemilu. ’’Kita ingin menjadi partai yang ramah disabilitas. Kalau memang diijinkan, kita akan terjunkan anggota untuk merealisasikan upaya penjemputan itu,” tukasnya. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
%d bloggers like this: