Olahraga

Pengurus Baru Harus Selesaikan Dualisme BK POBSI

Radarbekasi.id – Terpilihnya Rudi Rudolf Kadarisman sebagai ketua baru Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Barat, diharapkan bisa menyelesaikan polemik dualisme Babak Kualifikasi (BK) Porda XIII 2018.

Dualisme terjadi setelah adanya BK di dua lokasi berbeda yakni di Kota Bekasi dan Cirebon akhir 2017 lalu. ” Terpilihnya Rudi Kadarisman secara aklamasi,” ujar Marno, Ketua POBSI Kabupaten Bekasi Rabu (30/5) kemarin.

Marno yang juga menjabat sebagai Ketua Harian POBSI Jabar itu menjelaskan bahwa pembahasan soal dualisme BK juga dilakukan tidak lama setelah terpilihnya ketua baru.

Langkah Ketua POBSI Jabar yang terpilih secara aklamasi di Musyawarah Provinsi (Musprov) (16/4) lalu ditunggu setelah proses pelantikan nanti.

“Setelah jadi pengurus, kita layangkan surat rekomendasi pada KONI Jawa Barat untuk pembahasan lanjutan terkait penggabungan hasil BK. Setelah Idul Fitri pelantikan, itu juga yang menentukan penggabungan nanti,” jelasnya.

Terkait teknis porda setelah ada pengurus baru, kata dia, tidak akan sulit. Pertimbangan rencana penggabungan akan lebih matang jika sudah terbentuk pengurus baru.

“Setelah pengurus (dilantik), barulah bicara terkait pengkawinan dan sebenarnya sudah dibahas. KONI Jabar juga sudah mengetahui, namun belum dibahas secara menyeluruh,” lanjutnya.

Secara garis besar, teknis pelaksanaan porda, oleh pengurus baru akan berpatokan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Pertimbangannya karena atlet biliar Jawa Barat ada di tiap cabang olahraga, salah satunya di Kabupaten Bekasi.

“Dan yang menjadi barometer adalah PON. Karena jelas, pengda tidak memiliki atlet. Melainkan pengcab yang megang atlet. Karena memang, atlet porda yang nanti akan di kelola pengda,” pungkasnya.

Kabupaten Bekasi sendiri mengikuti BK yang dihelat di Cirebon, beda halnya dengan POBSI Kota Bekasi yang kala itu menjadi tuan rumah dan dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Jabar. (dan)

Lebihkan

Artikel terkait

Close