Cikarang

Polres Metro Bekasi Amankan 14 Kilogram Ganja

Radarbekasi.id – Polres Metro Bekasi berhasil mengamankan 14 kilogram narkotika jenis ganja dari seorang tersangka yang mengaku sebagai kurir, AJS (24). Ia ditangkap di depan gerbang perum Mega Regency Jalan Raya Serang-Cibarusah, Desa Sukasari, Kecamatan Serang baru, Jumat (25/5) lalu.

Kepada penydik mengaku sudah satu tahun menjadi kurir dengan upah Rp150 ribu setiap mengantar satu ons ganja ke pembeli.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, saat dilakukan penangkapan, pihaknya mendapat satu kantong plastik kresek warna hitam. Di dalam plastik, kata dia, terdapat kantung plastik (kresek) warna merah, berisikan lima bungkus kertas laminating warna coklat yang masing-masing berisikan daun ganja.

Penangkapan itu dilakukan dengan strategi undercover buy. Setelah tiga kali dilaksanakan, keempat kalinya polisi langsung menangkap pelaku. “Saat melakukan undercover buy yang keempat kalinya, akhirnya Sat Resnarkoba berhasil menangkap pelaku,” katanya, Rabu (30/5).

Candra menjelaskan, setelah ditangkap pelaku mengaku masih menyimpan ganja dirumahnya yang berada di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Cibarusah. Setelah sampai dirumah pelaku, pihak kepolisian meminta ketua lingkungan RT03/07, untuk menyaksikan penggeledahan.

Kemudian, dalam penggeledahan tersebut ditemukan sebuah karung warna putih yang berisikan narkotika jenis ganja dengan berat bruto 8957 gram. Lalu, ditemukan juga satu pak kertas laminating warna coklat, dan dua buah timbangan duduk, 41 bungkus kertas laminating masing-masing berisikan ganja dengan berat seluruhnya 3334 gram, dan 4 bungkus laminating setiap bungkus berisikan ganja dengan berat keseluruhan 413 gram. Jumlah keseluruhan Narkotika jenis Ganja Berat Bruto 14 kilogram.

“Tersangka mengaku bahwa dia sebagai kurir yang memperoleh seluruh ganja tersebut dari W (DPO) melalui komunikasi HP sesuai arahan W. Ganja diambil tersangka di suatu tempat, seterusnya di simpan tersangka, dan dikemas lalu di antar ke pembeli yang sudah memesan ke W (DPO),” jelasnya.

Saat dilakukan pengembangan ke Ciputat yang di duga kuat ada W (DPO), pada saat sampai dilokasi sesuai arahan pelaku, ternyata tidak ditemukan W(DPO) kemudian, pelaku berpura-pura minta diantar buang air kecil.

Namun ternyata itu merupakan upaya AJS untuk melarikan diri. Ia berusaha melawan dengan mendorong dan mencoba merebut senjata api milik petugas. Sehingga, terjadi kontak fisikantara AJS dan petugas.

Kata Candra, untuk mengindari pelaku kabur, petugas segera mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kiri tersangka.

Atas perbuatannya, pelaku teracam dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup, dengan denda sebesar Rp1 milyar. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close