Metropolis

Puasa dan Zakat

Oleh : H.Ahmad Sugandi, SH.MM

Radarbekasi.id – Puasa Ramadan merupakan bulan penempaan lahir-batin kemanusiaan kita. Puasa banyak mengajarkan muslim menjadi pribadi yang penuh empati. Kesalehan sosial.

Sebagai sarana penempaan dan pelatihan diri, Ramadan sangat dirindukan kedatangannya bagi muslim yang beriman. Banyaknya berkah dan karunia Allah di bulan ini, tentu kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang hanya sekali dalam setahun itu.

Melalui Ramadan, kita diwajibkan berpuasa untuk tidak makan dan minum, serta berhubungan badan di siang hari yang dapat merusak atau mengurangi pahala puasa dan membatalkan ibadah puasa itu sendiri.

Di sisi lain, bulan Ramadan juga mensyariatkan setiap muslim untuk mengeluarkan zakat yang dinamakan dengan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa kita. Diberikan sebelum khatib berdiri untuk membacakan khutbah Idul Fitri.

Zakat fitrah ini bersifat wajib dan urgen sekali dalam rangka menyempurnakan pelaksanaan ibadah puasa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Anas bin Malik Nabi SAW bersabda: ’’Puasa seseorang bergantung/melayang di udara/kawasan antara langit dan bumi, hingga ditunaikan sedekah/zakat fitrahnya. Dan apabila zakat fitrah itu sudah dibayarkan, maka Allah jadikan padanya dua sayap hijau, lalu puasanya itupun terbang dengan kedua sayap hijaunya langsung menuju langit ketujuh. Kemudian Allah swt menugasi (malaikat) supaya meletakan puasa itu didalam sebuah lampu gantung dari sekian lampu-lampu gantung ‘Arasy, hingga pemiliknya datang/menghampirinya”.

Zakat Bentuk Ketaatan dan Kesempurnaan Iman

Zakat termasuk di rukun Islam yang lima. Apabila seseorang melakukannya, maka keislamannya akan menjadi sempurna. Inilah salah satu dari manfaat membayarkan zakat termasuk zakat fitrah yang dibayarkan sebelum menunaikan di pagi harinya di bulan Syawal.

Membayar zakat juga merupakan salah satu bentuk ketaatan seorang hamba kepada Allah dalam menjalankan perintahnya, karena setelah Allah melatih fisik hamba yang beriman dengan perpuasa sebulan penuh, maka Allah mensucikan hartanya dengan mensyariatkan zakat. Seperti tertuang dalam salah satu firmanNYA :

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43).

Ibadah Sosial

Zakat adalah satu dari banyak sarana yang dipergunakan Islam untuk membantu mengatasi kesenjangan ekonomi masyarakat.

Adanya zakat mampu mengatasi kemiskinan dan membuat warga yang kurang mampu menjadi teringankan. Sehingga zakat bisa menjadi upaya untuk kemaslahatan pada sesama.

Rasulullah SAW bersabda: “Zakat Fitri merupakan pembersih bagi yang berpuasa dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan kata-kata keji (yang dikerjakan waktu puasa), dan bantuan makanan untuk para fakir miskin.” (Hadits Hasan riwayat Abu Daud)

Melalui zakat fitrah ini kita dianjurkan oleh Allah swt untuk membangun sikap saling tolong menolong dalam rangka meringankan beban sesama saudara muslim yang kehidupannya diperkirakan banyak kekurangan. Agar semua muslim baik yang berharta maupun yang berkekurangan dapat menikmati dan marasakan indahnya hari kemenangan. Sehingga pada hari itu semua orang berpakaian serba baru dan memakan makanan yang serba enak dapat juga dirasakan oleh saudara-saudara muslim yang lainnya. Sehingga diharapkan tidak ada lagi terdengar suara rintihan dan tangisan baik itu anak kecil dan orang-orang tua renta yang miskin  yang tidak merasakan kegembiraan di hari kemenangan. Wallahu a’lam bishowab. (*)

Lebihkan

Artikel terkait

Close