Berita Utama

Tenggak Miras, Dua Jukir Tewas

Radarbekasi.id – Sahroji (29) dan Yudi Effendi (41) dua orang juru parkir (Jukir)tewas usai menenggak miras oplosan jenis ginseng di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat.

Kedua orang itu mengkonsumsi miras bersama dua orang rekannya sesama juru parkir, Muhammad Yusuf (33) dan Feri Purnomo (31), Senin (28/5).

Sahroji meninggal dunia ketika sudah berada di Rumah Sakit Ananda, Medan Satria, Kota Bekasi, Rabu, 30 Mei 2018 laku dan Yudi meninggal di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi, Kamis (31/5) pagi.

Orang tua Sahroji, Siti (45) mengatakan, kondisi kesehatan anaknya mulai berubah sejak Rabu pagi. Ia mengakui bahwa putranya tewas usai menenggak miras oplosan. Hal itu diketahui setelah dirinya menerima keterangan dokter.

Sementara, kedua orang yang selamat, Yusuf dan Feri tengah dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi. Mereka dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (30/5).

Yusuf menuturkan, ia bersama dengan tiga rekannya memang sudah biasa menenggak miras oplosan jenis ginseng. Menurut dia, pada Senin 28 Mei 2018 sore, ia membeli beberapa bungkus miras oplosan dengan harga Rp. 15 ribu/bungkus. Kemudian, miras itu dicampur lagi dengan minuman bersoda.

Namun, saat itu rasa miras oplosan tersebut berbeda. “Belinya di (kelurahan) Kali Baru, Medan Satria,” katanya.

Karena rasanya berbeda dari biasanya, ia langsung berhenti menenggak miras oplosan tersebut. “Kalau Yudi sama Sahroji sampai Selasa,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan pihak RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Yusuf didiagnosa intoksikasi akibat mengkonsumsi racun kimiawi secara berlebihan.

Rekannya, Feri didiagnosa dispepsia dan faringitis. “Feri mengalami komplikasi radang tenggorokan dan lambung,” kata Staf Manajer On Duty (MOD) RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Budi Suryanto.

Keduanya harus dirawat inap hingga pulih karena terserang penyakit bagian dalam.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, pihaknya belum menerima laporan masyarakat terkait dengan peristiwa tersebut

“Sampai sekarang (Kamis 31 Mei 2018) belum ada (laporan), tapi polisi tetap bertindak. Sedang diselidiki. Berita itu (korban diduga tewas akibat miras) sudah dengar, tapi masih dicek. Perlu diselidiki dulu,” katanya. (neo)

Lebihkan

Artikel terkait

Close