Metropolis

Membentuk Karakter Lewat Jelajah Malam

Radarbekasi.id – Beragam kegiatan dilakukan oleh remaja masjid untuk mengisi bulan Ramadan, salah satunya seperti yang dilakukan Ikatan Remaja Masjid Al-Mu’minun (IRMA) yang terletak di lingkungan perumahan Margahayu blok A kelurahan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Puluhan  remaja mengikuti kegiatan jelajah malam. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Ramadan ini dibagi kedalam beberapa kelompok yang ditugaskan untuk menjelajahi kawasan komplek Departemen Sosial.

Kegiatan jelajah malam dimulai sekitar 23.00 WIB  hingga pukul 03.00 WIB. Ada delapan pos yang akan dilalui oleh peserta jelajah malam yang terdiri dari empat pos inti dan lima pos bayangan.

Sebelum pesertadi lepas untuk menjelajahi kawasan komplek departemen social, para peserta disugukan film siksa kubur untuk memberi penyadaran akan kematian yang dapat datang kepada siapa saja dan kapan saja lalu apa yang sudah dipersiapkan ketika kematian itu datang menghampiri.

Salah satu anggota IRMA, Budi Widyo mengatakan,  kegiatan ini rutin merupakan review dari kegiatan pesantren kilat yang dilakukan selama dua hari.

Peserta jelajah malam dan pesantren kilat ini terdiri siswa kelas III SD hingga kelas III SMP. Beberapa tantangan yang disediakan oleh panitia membuat para peserta sesekali histeris sepanjang perjalanan untuk menemukan ps-pos yang sudah disediakan.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk anak-anak suoaya mereka saling kenal dan bersosialisasi dengan lingkungannya karena diantara mereka ada yang sering main bareng ada juga yang hanya dirumah saja, jadi sekarang kita kumpulin. Jakau jita tidak dapat izin di depsos kita melakukan di lingkungan masjid kita pakai satu blok untuk jelajah malam “ ujarnya kepada radar Bekasi.

Di tempat yang sama, ketua IRMA, Fajar Maulana menjelaskan kegiatan rutin ini ditujukan untuk membentuk karakter anak-anak sejak usia dini dan merubah perilaku terhadap lingkungan.

“Ttujuannya yang ingin kita capai agar ada perubahan kelakuan minimal terhadap lingkungan mereka. Kegiatan seperti ini setiap tahun bahkan sejak saya kecil dulu sudah ada saya pun juga termasuk peserta kegiatan jelajah malam waktu itu, “ ujar Remaja yang sehari-hari berprofesi sebagai guru olah raga tersebut.

Respon dari orang tua sekitar sangat baik. Mereka mendukung kegiatan yang dilakukan oleh remaja masjid tersebut. Sering kali orang tua menanyakan kekurangan daam pelaksanaan kegiatan mereka. Untuk jelajah mala mini IRMA menyediakan surat persetujuan kepada masing-masing orang tua.

Sesampainya peserta di pos 4, anak-anak tersebut di sugukan pemandangan yang tidak biasa mereka lihat. IRMA mendesain bantal yang sudah di bungkus menyerupai mayat untuk mereka mempraktekkan solat jenazah, keadaan ini sontak membuat anak-anak histeris. Lepas mereka melalui semua pos terlihat pemandangan anak bercerita apa yang mereka lalui kepada sesame peserta. (cr38)

Related Articles

Back to top button