Cikarang

Pemudik Bebas Gunakan JKN – KIS Dimana Saja

Radarbekasi.id – Pemudik yang hendak menuju kampung halaman bebas menggunakan JKN – KIS. Mereka bisa menggunakan JKN-KIS di wilayah mana saja.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Nur Indah Yuliaty mengatakan pihaknya memiliki program Mudik Nyaman Bersama BPJS. Melalui program tersebut, perusahaan pelat merah itu memberikan diskresi untuk memudahkan peserta mendapatkan pelayanan

“Jadi jika pada hari-hari reguler memang ada pembatasan, peserta dapat menggunakan JKN-KIS di luar wilayahnya dengan ketentuan maksimal tiga kali kunjungan. Namun pada momentum mudik kali ini, ada diskresi. Para peserta dapat menggunakan JKN-KIS di wilayah mana pun serta kapan pun,” katanya, Senin (4/6).

Sesuai aturan yang berlaku, kata Nur, peserta JKN-KIS tetap terlayani walaupun berada di luar kota. Hanya saja, layanan itu hanya dapat diberikan maksimal tiga kali kunjungan. Jika lebih, maka JKN-KIS tidak berlaku. Namun demikian, pada momentum mudik, aturan tersebut ditiadakan.

“Jadi tidak ada maksimal tiga kali kunjungan. Peserta dapat memeroleh pelayanan kesehatan di dalam dan luar wilayah sekurang-kurangnya tiga kali kunjungan. Jadi walaupun kuota kunjungan peserta sudah habis, sudah tiga kali kunjungan, masih tetap terlayani. Sesuai programnya, BPJS Kesehatan ingin memberikan kenyamanan selama musim mudik dan arus balik,” paparnya.

Program ini mulai berlangsung pada H-8 Idul Fitri hingga H+8 atau 7 sampai 23 Juni 2018. Selama itu pula, Nur memastikan Kantor BPJS tetap beroperasi, mulai pukul 8 pagi hingga 12 siang.

“Pada waktu tersebut kami buka pelayanan bagi peserta yang ingin mendaftarkan bayi baru lahir, pendaftaran peserta penerima bantuan iuran, hingga aktivasi peserta. Kami tempatkan petugas untuk memberikan pelayanan khusus,” ucapnya.

BPJS Kesehatan pun telah bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (FKTP) untuk memberikan pelayanan. Bahkan jika FKTP tidak beroperasi, peserta dapat langsung mendatangi IGD rumah sakit untuk mendapat pelayanan dasar.

“Sesuai petunjuk pusat, dalam keadaan gawat darurat seluruh faskes wajib memberikan pelayanan penanganan  pertama kepada peserta JKN-KIS,” ucap Nur. (pra)

Related Articles

Back to top button