Pendidikan

Bekali Siswa Menghargai Perbedaan

Pesantren Ramadan di SMPN 9 Kota Bekasi

Radarbekasi.id – Selama Ramadan, sejumlah sekolah memperkuat pendidikan keagamaan atau kerohanian, tidak terkecuali dengan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 9 Kota Bekasi. Sekolah yang berada di kecamatan Jatiasih ini mengadakan pesantren kilat.

Yang membedakan dengan sekolah pada umumnya, di sekolah ini seluruh siswa termasuk non musim mendapatkan pendidikan kerohanian. Tujuannya, untuk menciptakan siswa berkepribadian dan memiliki ahlak yang baik.

 Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dan Sarana Prasarana SMPN 9 Kota Bekasi, Suwardi mengaku, setiap siswa dengan berbagai agama akan mendapatkan pendidikan rohani,”Kalau yang non muslim tetap mendapatkan pendidikan rohani,”katanya.

Dia mengaku  lebih senang menyebut kegiatan rutin pada bulan Ramadhan ini sebagai kegiatan pembinaan kegiatan kerohanian. Pasalnya jika disebut pesantren kilat,  tidak hanya siswa yang beragama islam saja yang mendapatkan pembinaan rohani.

Dalam kegiatan yang dilakukan selama empat hari secara berkala tersebut, siswa diberikan materi meliputi sejarah islam, Tauhid, Akhlak dan tadarus Qur’an.  Kegiatan yang dilaksanakan sejak senin lalu ini, menekankan siswa untuk saling menghormati satu sama lain meskipun beda agama.

“ Kegiatannya berkala jadi dua hari kelas tujuh, dua hari kelas delapan. Besok hari terakhir sampai buka bersama. Satu hari mereka diberi tiga materi, untuk yang perempuan kita tempatkan di aula sekolah, sedangkan untuk siswa laki-laki kita tempatka di masjid sekolah “ ujarnya kepada radar Bekasi .

Dia menegaskan,  siswa SMPN 9 Kota Bekasi mayoritas beragama muslim dimana dari 100 persen siswanya, Sembilan puluh persen diantaranya beragama muslim.

“ Total siswa yang ikut kelas tujuh 379 siswa, sedangkan kelas delapan 396 siswa. Siswa kita 10 persen non muslim, 1 orang hindu dan 1 orang budha. Untuk yang muslim saat ini menggunakan seragam muslim sekolah, untuk siswa non muslim menggunakan seragam biasa pada hari ini, “ ujarnya.

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMPN 9 Kota Bekasi Dwi Kusdinar menambahkan,  pesantren romadhon merupakan bagian dari rangkaian KBM disesuaikan dengan kondisi umat islam yang sedang berpuasa.

“Tentu harapannya, semakin tumbuhnyakarakter religious siswa SMPN 9. Selain islam terdapat juga siswa non muslim khususnya Kristen kaltolik dan protestan yang dibina langsung oleh guru-gurunya,” singkatnya kepada Radar Bekasi (cr38)

Related Articles

Back to top button