Berita Utama

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKK dan JKM

Radarbekasi.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) di Pemerintah Kota Bekasi yang meninggal dunia.

“Total santunan yang kami serahkan kepada ahli waris senilai Rp249 juta,” terang Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Khomsan Hidayat, Kamis (7/6).

Hal itu dikatakannya usai seremoni penyerahan santunan JKK dan JKM di Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Penyerahan santunan kepada ahli waris dilakukan oleh Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat.

Khomsan menjelaskan, santunan JKK yang diserahkan senilai Rp 201 juta. Santunan ini diterima oleh Erni Lubis, selaku ahli waris dari Soripada Harahap yang berstatus TKK Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

“Almarhum Soripada Harahap ini meninggal dunia saat sedang bekerja,” katanya.

Lanjut dia, santunan JKM yang diberikan masing-masing senilai Rp 24 juta diserahkan kepada Misa Jeban dan Euis Widyaningsih. Misa merupakan ahli waris dari Enjang Sutisna dan Euis merupakan ahli waris dari Ara Kusnandar.

“Almarhum Enjang dan Ara ini meninggal dunia karena sakit. Mereka berstatus sebagai TKK di Dinas Pendidikan Kota Bekasi,” imbuhnya.

Menurut Khomsan, pemberian santunan kecelakaan kerja bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan telah mendapat perlindungan jaminan sosial. Hal ini sebagaimana Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS Ketenagakerjaan.

“Dalam UU tersebut disebutkan bahwa setiap peserta yang mendapat musibah kecelakaan saat bekerja wajib mendapat santunan, apalagi berdampak kematian,” katanya.

Dikatakannya, pegawai TKK di Pemerintah Kota Bekasi baru dua bulan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun demikian, hak mereka untuk mendapatkan santunan tetap sama dari peserta yang lebih dulu.

“Haknya sama, tidak ada yang membedakan mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan baru atau lama,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat, mengatakan perlindungan jaminan sosial kepada TKK sangat menolong bagi keluarga yang ditinggalkan. Uang santunan itu, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di lain hari.

“Meski baru terdaftar dua bulan, namun hak yang diperolehnya penuh seperti peserta lain yang sudah lebih dulu terdaftar. Hal ini sebagaimana komitmen BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Dadang.

Menurut dia, seluruh pegawai TKK berjumlah 10.700 orang sudah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Proses perlindungan jaminan sosial kepada TKK, kata dia, membutuhkan waktu selama setahun. “Setahu saya baru Kota Bekasi saja yang mendaftarkan pegawai TKK kepada BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pegawainya,” tukasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button