Metropolis

Mudik Gratis, Agen Bus Sepi

Radarbekasi.id – Banyaknya instansi pemerintah maupun swasta yang mengadakan mudik gratis pada lebaran tahun ini, berimbas pada agen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Termasuk agen bus disejumlah titik di Kabupaten Bekasi.

Sejumlah agen ataupun PO bus AKAP di Kabupaten Bekasi mengaku mengalami penurunan drastis pada musim mudik tahun 2018 ini. Hal itu lantaran banyaknya pemudik yang memanfaatkan mudik gratis yang marak diselenggarakan oleh sejumlah pihak.

“Sampai saat ini pembeli tiket (penumpang bus) belum terlalu ramai. Kalau tahun kemarin, dari H-10 juga sudah banyak dipesan sampai H-1, nah sekarang baru beberapa saja yang sudah pesan,” keluh Irwan Satya, salah seorang petugas agen Bus Agra Mas di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Cibitung.

Meskipun sepi, tidak menyurutnya keyakinan pemeklik agen bus. Mereka masih yakin bahwa dalam waktu dekat, para pemudik akan memadati agen bus ayau pool bus AKAP. Irwan mengatakan, mengacu pada pengalaman lebaran tahun lalu, puncak arus mudik di agen bus miliknya biasanya terjadi sekira H-3 dan H-2 Idul Fitri.

“Biasanya seminggu sebelum Lebaran memang belum terlalu ramai. Tapi kalau sudah H-3, iti mulai ramai, sampai terkadang kewalahan,” tambah Irwan.

Terpisah, Hendrik, seorang petugas tiket bus Gajah Mulia Sejahtera (GMS) di Kecamatan Cikarang Barat menjelaskan, bahwa sepiny pemudik menggunakan bus AKAP pada H-6 kemarin memanglah hal wajar. Hendrik menegaskan, bahwa  pemudik akan memadati agen ataupun pool bus AKAP pada H-3 dan H-2 lebaran.

“Nanti H-3 sampai H-2 juga ramai. Ini kan memang masih jauh dari hari raya (Idul Fitri). Ya kita mah yakin aja yak, namanya orang mudik, naik bus juga masih jadi idaman (angkutan favorit),” tutur Hendrik disela-sela menjual tiket.

Reza, salah seorang pemudik menjelaskan, bahwa dirinya memilih menggunakan jasa bus AKAP berbayar, ketimbang mudik gratis karena syarat dan proses mudik gratis yang ditawarkam sejumlah pihak terlalu sulit. Hal itulah yang membuat Reza dan sang Adik memilih perjalanan mudik nya dengan bus berbayar.

“Sebenernya mah mau Mas, tapi kan susah juga ya. Kalau kaya gitu harus siap-siap jauh hari biar bisa kepilih. Susah deh,” kata Reza, seorang penumpan bus AKAP, yang hendak mudik menuju Purworejo. (Cr37).

Related Articles

Back to top button