Metropolis

Pastikan Program KS NIK Tepat Guna

Radarbekasi.id – Calon Wali Kota Bekasi nomor urut satu, Rahmad Effendi menegaskan, program Kartu Sehat (KS) adalah salah satu bentuk program terobosan yang dilakukan pemerintah daerah dalam memenuhi layanan dasar kesehatan bagi masyarakat.

Program ini merupakan strategi Pemerintah Kota Bekasi guna menghemat anggaran sebagai penguatan sarana kesehatan melalui gedung dan alat kesehatan di Puskesmas sampai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Rahmat menyatakan bahwa, perhitungan penghematan biaya KS bisa mencapai sekitar 50 persen lebih, dibanding jaminan kesehatan lainnya.

Sebab, peserta KS merupakan warga Kota Bekasi, yang selama ini belum terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS).

Hitungan penghematan biaya KS tersebut, diambil dari rata-rata orang sakit sekitar 20 hingga 25 persen pertahunnya.

“Estimasi perhitungannya adalah berdasarkan orang sakit. Jumlah peserta 724 ribu Kartu Keluarga (KK), jika diintegrasikan dikalikan tiga jiwa rata-rata orang sakit, maka akan ada 2. 172 juta jiwa,”jelasnya.

Lanjut Rahmay, jika 2. 172 juta jiwa X kelas III/Rp25 ribu, maka totalnya sebesar Rp54.300.000.000 X 12 bulan  yaitu sebesar Rp651.600.000.000 miliar.

“Jika yang sakit sekitar 200.000.000 ribu jiwa (dari 2,6 juta penduduk kota bekasi,red) per tahun, kira-kira menghabiskan anggaran kurang dari Rp300 miliar. Maka saya hanya kehilangan uang sebesar Rp351.600.000.000 miliar,” papar Pepen sapa akrabnya (11/6).

Sedangkan, sisa anggaran yang berhasil dihemat Pemkot Bekasi, dapat digunakan untuk memaksimalkan penunjang pelayanan kesehatan lainnya.

“Sisa anggaran itu kan bisa dibelikan alat kesehatan dan membangun Poned serta memberikan kesejahteraan bagi para perawat dan dokter,” ujarnya.

Selain itu, keuntungan menggunakan KS kata Rahmat, akan mendapat pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap tanpa harus membayar biaya premi setiap bulannya.

Pasalnya, perhitungan premi KS yakni kurang dari Rp10 ribu perbulan atau Rp117 ribu pertahunnya, telah dibayar melalui hasil pajak yang berhasil dihimpun dari masyarakat selama ini.

Karena itu, lajut Rahmat, peserta KS tersebut tidak terbatas bagi masyarakat kurang mampu saja, melainkan seluruh warga berdomisili dan memiliki KTP di Kota Bekasi, bisa memperoleh layanan kesehatan melalui KS berbasis NIK diseluruh rumah sakit pemerintah dan swasta.

“Warga tidak usah membayar premi, maka Pemkot Bekasi akan memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh disemua rumah sakit pemerintah dan swasta. Pelayanan itu diberikan mulai dari rawat jalan sampai rawat inap kepada para pengguna KS. Apabila, uang yang dialokasikan untuk kartu sehat tidak terserap, maka semuanya bisa menjadi silpa. Upaya pemerintah daerah ini sebagai strategi penguatan promotif preventif di tingkat puskesmas,” tandasnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker