Berita Utama

APK Mulai Dicopot Sabtu

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat dalam rencana penurunan alat peraga kampanyesaat hari tenang.

Rencananya, penurunan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2018 – 2023 ini, akan dimulai pada Minggu (24/6) mendatang.

Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Perencanaan dan Data, Syafrudin mengatakan, pencopotan APK bertujuan memberi kenyamanan kepada masyarakat dalam mengkaji dan memikirkan calon kepala daerah yang akan dicoblos pada Rabu (27/6).

Aturan ini juga mengacu pada Peraturan KPU Nomor 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Pemilih sudah disuguhkan kampanye selama tiga bulan, sekarang kita perlu memberi kenyaman kepada mereka dalam mengkaji dan memikir dengan kesadarannya untuk menentukan pilihan,” kata Syafurdin pada Senin (18/6/).

Meski jadwal pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hanya berjarak selama sepekan dengan libur Lebaran Idul Fitri 1439 H, namun Syafrudin optimis tingkat partisipasi masyarakat tinggi.

Lembaganya telah menginstruksikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar mensosialisasikan tentang hari pencoblosan ke tingkat RT dan RW warga.

“Dua hari dan sehari menjelang lebaran kami sudah mengingatkan kepada warga melalui RT Dan RW agar cepat kembali ke Kota Bekasi, sebelum pencoblosan. Hak pilihnya menentukan masa depan Kota Bekasi,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya gencar mensosialisasikan jadwal pencoblosan kepada masyarakat melalui sejumlah kegiatan seperti car free day (hari bebas kendaraan) setiap hari Minggu di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Dia mencatat, jumlah partisipasi pemilih dalam ajang Pilkada Kota Bekasi sebelumnya memang tidak sesuai target.

Pada Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi 2012 lalu, jumlah partisipan hanya 49 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedangkan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada 2013 justru turun satu persen menjadi 48 persen. “Target kami jumlah partisipasi pemilih bisa menembus 70 persen dari DPT yang berjumlah 1.434.351 pemilih,” jelasnya.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Bekasi Cecep Suherlan menyatakan kesiapannya dalam membantu pencopotan APK.

Cecep mengatakan, ada 873 personel Satpol PP yang akan dikerahkan di seluruh ruas jalan dari 12 kecamatan di wilayah setempat.

Dia mengatakan, jenis alat peraga yang akan diturunkan petugas adalah baliho, spanduk, brosur, poster dan pamflet.

Seluruh media informasi ini, kata dia, tersebar di seluruh lingkungan Kota Bekasi termasuk ruas jalan protokol.

Adapun ruas jalan protokol tersebut seperti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan Sultan Agung, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Cut Meutia, Jalan Hasibuan, Jalan Chairil Anwar , Jalan KH. Noer Alie dan sebagainya.

“Sudah saya instruksikan kepada seluruh personel di tingkat kecamatan agar menurunkan APK pada Sabtu (24/6),” kata Cecep.

Menurut Cecep, penurunan kampanye ini bertujuan untuk menghargai para pemilih dalam menentukan pilihannya. Selama tiga hari, pemilih diberi waktu untuk memikirkan secara matang calon kepala daerahnya.

“Kami imbau kepada masyarakat yang memiliki hak pilih agar menetukan pilihannya ke TPS terdekat,” tandasnya. (sar)

Related Articles

Back to top button