Berita Utama

Buron Setahun Diciduk saat Lebaran

Radarbekasi.id – Supriyono (41), satu dari tiga orang pelaku pencurian rumah kosong (rumsong) milik Dr. Hassanudin di Jalan Dewi Sartika, RT 7/8, Kelurahan Margahayu diciduk setelah menjadi buronan selama lebih dari setahun. Ia ditangkap saat pulang ke rumahnya di Perumahan Sinar Kompas, Tambun Utara untuk berlebaran bersama keluarganya, Kamis (21/6).

Supriyono melakukan aksi pencuriannya bersama dua orang rekannya, AD dan ST pada 19 Januari 2017 lalu. Mereka menggasak barang berharga dari rumah itu. Mulai dari uang tunai, telepon genggam, perhiasan emas serta puluhan jam tangan berbagai merek.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih mengatakan, saat beraksi mereka memantau rumah yang akan menjadi sasaran menggunakan mobil. Setelah memastikan rumah kosong, mereka bertiga turun dan lansung masuk ke dalam rumah serta mencongkel pintu.

Tidak berlama-lama, setelah masuk mereka langsung menggasak barang-barang berharga yang ada di dalam rumah dan lansung melarikan diri.

Kemudian korban melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan langsung ditelusuri hingga mendapatkan alamat pelaku. Namun, saat hendak ditangkap, Supriyono tidak ada di rumah.

Berdasarkan informasi dari keluarga, Supriyono biasanya pulang  saat Hari Raya Idulfitri. Sehingga, pihak kepolisian mendatangi rumahnya kemarin, Kamis (21/6) sekitar pukul 11.00 WIB dan berhasil menangkap serta mengamankan barang bukti yang tersisa yaitu 47 jam tangan berbagai merek dan 31 cincin aksesoris.

“Kita lalukan penangkapan manfaatkan momen lebaran, pasti pelaku pulang untuk ketemu keluarganya. Pelaku juga sempat ingin kabur saat kita tangkap, namun berhasil kita kepung,” kata Jairus, Jumat (22/6).

Atas perbuatannya, Supriyono dikenakan Pasal 363 K.U.H Pidana tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Pihak kepolisian telah mengantongi identitas kedua orang rekannya. Saat ini masih dalam pencarian karena mereka kerap berpindah-pindah.

“Pelaku diduga telah melakukan aksinya beberapa kali. Dari satu TKP (Tempat Kejadian Perkara) saja berdasarkan pengakuan korban barang berharganya diambil senilai Rp400 juta,” ujarnya. (neo)

Related Articles

Back to top button