Politik

Ancam Tempuh Jalur Hukum Pasca Pilkada

Radarbekasi.id – Tuduhan terkait dugaan penggunaan ijasah palsu yang dilaporkan kubu Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus terhadap Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 1, Rahmat Effendi, tampaknya bakal berbuntut panjang hingga Pilkada selesai.

Kuasa hukum Rahmat Effendi, Nauval Al Rasyid memberi sinyal bakal menempuh jalur hukun terkait tuduhan yang mengarah terhadap kliennya tersebut. Rencana untuk menempuh jalur hukum ini disampaikan Nauval Al Rasyid, Minggu (24/6). Menurut dia, tuduhan tersebut tidak dalam logika hukum lagi.

“Apa pun yang disampaikan pihak kuasa hukum pasangan calon Wali Kota Bekasi nomor urut 2 tidak dalam konsep hukum, tapi peristiwa yang sudah terjadi terhadap kasus yang mereka persoalkan ini merupakan sesuatu yang sudah diputuskan dan sudah ditetapkan. Pertama ada surat dari Bareskrim tentang penghentian kasus tersebut,” papar Nauval.

“Lalu kedua ada penetapan dari Pengadilan Negeri yang menyatakan semua identitas Rahmat Effendi sudah sama dan sesuai, dan terakhir ada surat dari Bawaslu yang menyatakan objek yang dilaporkan tersebut bukanlah perbuatan melawan pidana dan harus kita patuhi bersama. Padahal hukum itu sesuatu yang logis dan rasional, dan laporan itu masuk dalam konteks hukum yang tidak rasional,” ungkap Nauval.

Nauval lalu menyampaikan rencananya setelah Pilkada nanti akan menempuh jalur hukum. “Kami memikirkan ada kerugian yang diderita klien kami, yakni Pak Rahmat Effendi karena kami berkeyakinan ini sama saja dengan perbuatan yang bisa disangkakan sebuah pengaduan secara fitnah yang sudah diatur dalam Pasal 317 KUHP,” ulas dia.

Menurut Nauval, kliennya sengaja memilih untuk melaporkan kubu Nur Supriyanto setelah Pilkada agar masyarakat Kota Bekasi tenang menghadapi ajang demokrasi nanti. “Kami tidak mau gaduh, kami tetap ingin masyarakat tenang menghadapi pesta demokrasi nanti,” katanya. (sar)

Related Articles

Back to top button