Metropolis

Ngaku Polisi, Oknum Security Ditangkap

Radarbekasi.id – Polsek Bekasi Kota menangkap seorang oknum Security bernama Muhamad Tessar (23) yang mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya.

Penangkapan tersangka bermula ketika ada anggota aktif yang bertemu tersangka di depan ATM BNI, Perumahan Bintara Residence, Bekasi Barat.

Saat itu Tessar yang diketahui warga Cililitan Kecil RT03/RW07, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur itu terlihat menggunakan atribut kepolisian berlogo Tribrata dan sepatu PDLT serta Kopel yang bertuliskan Polri. Namun dirinya tidak bisa menjawab saat ditanyakan kartu anggota.

“Ngakunya bertugas di Polda Metro Jaya bagian pengawalan SSI dengan menggunakan pakaian kaos berlogo Tribrata, celana dan sepatu PDLT serta menggunakan kopel bertuliskan POLRI,” terang Kapolsek Bekasi Kota Kompol Parjana Senin (25/6).

Tidak hanya mengaku sebagai anggota polisi, tersangka juga kedapatan memilik senjata Air Soft Gun tanpa izin.

“Ternyata begitu dicari tahu, rupanya anggota Security SSI Bekasi. Soal senpi yang dimiliki tanpa izin, sesuai Pasal 1 ayat ( 1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kejahatan senjata api,” tegasnya.

Rupanya, Tessar nekat menjadi polisi gadungan hanya untuk memperdaya wanita di muka umum dan media sosial.

“Cuma untuk cari wanita, agar terlihat gagah saja,” ungkap Tessar di Mapolsek Bekasi Kota kemarin.

Selain itu, Tessar nekat menjadi polisi gadungan juga untuk dihormati dikediamannya di Cililitan, Jakarta Timur.

Selama ini, Tessar mengaku kepada lingkungan berprofesi sebagai anggota kepolisian bukan seorang Satpam.

Ia membeberkan, hal ini sudah dilakukanya hampir satu tahun setelah ia tidak diterima sebagai anggota polisi.

“Saya pernah mencoba menjadi anggota, tetapi tidak lulus,” tutur dia dengan kata yang terpatah-patah dan menundukan kepala.

Soal kepemilikan senjata Airsoft Gun, Tessar mengaku mendapatkannya dari seseorang. Ia membeli senjata api itu sebesar Rp2 juta.

“Beli sama orang, tidak kenal orangnya, saya beli Rp2 juta. Tidak pernah saya gunakan untuk aksi kriminal,” ujar dia. (pay/kub)

Related Articles

Back to top button