Cikarang

Pemkab Bekasi Butuh Perda Ketenagakerjaan

Radarbekasi.id – Pemkab Bekasi membutuhkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan untuk mempermudah warga Kabupaten Bekasi bekerja di kawasan industri yang ada diwilayahnya. Demikian hal itu disampaikan Vice President FSPMI, Obon Tabroni.

Ia menilai, sejauh ini komitmen Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Bekasi belum terealisasi. Sejauh ini, menurut dia, baru sekitar 10 persen warga Kabupaten Bekasi yang bekerja di ribuan perusahaan yang ada diwilayahnya.

”Komitmen kesepakatan yang terhormat bupati harus diatur dalam perda, jadi tenaga lokal ataupun masyarakat Kabupaten Bekasi bisa juga menikmati kawasan industri untuk mencari rezeki demi keberlangsungan hidup bermasyarakat, jangan sampai industri yang ada masyarakat lokal jadi pengangguran dan hanya menikmati polusi industri,” ujarnya.

Menurut Obon, dengan adanya Perda Ketenagakerjaan maka Pemkab Bekasi menunjukan keberpihakan kepada masyarakat Kabupaten Bekasi. Pasalnya, masyarakat Kabupaten Bekasi bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan memperbaiki hidup.

“Kalau ada perda kan sifatnya memaksa supaya tenaga kerja lokal bisa bekerja di tanah kelahirannya sendiri, dan dinas tenaga kerja juga bisa mengawasi apabila ada perusahaan yang belum menerima tenaga kerja lokal (warga Bekasi) sebanyak 30persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Edi Rochyadi mengatakan, salah satu hal yang menjadi kendala adalah persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Bekasi.

“Memang masalah di kita terkait soal kualitas tenaga kerja masih menjadi perhatian, oleh sebab itu kuota 30 persen belum terpenuhi. Sebab hal kualitas tenaga kerja juga harus diperhatikan untuk kemajuan perusahaan tersebut,” katanya.

Edi menyampaikan pihaknya akan terus mengoptimalkan dalam membuka lapangan kerja kepada masyarakat melalui pelatihan Badan Latihan Kerja (BLK) untuk melatih keterampilan.

“Setiap tahunnya kita selalu manfaatkan BLK untuk melatih keterampilan tenaga kerja lokal, adapun pelatihannya adalah bidang otomotif, menjahit, mengecat dan lain. Setiap tahunnya kita bisa memberikan pelatihan kepada 600 orang tenaga kerja lokal,”tuturnya. (and)

Related Articles

Back to top button