Berita Utama

Pengadilan Agama Tangani 1.231 Gugatan Perceraian

Radarbekasi.id – Jumlah gugatan perceraian di Pengadilan Agama Cikarang mencapai 1.231 perkara sampai dengan bulan Mei 2018. Demikian hal itu disampaikan Panitera Pengadilan Agama Cikarang, Dede Supriadi.

Ia menjelaskan, pihaknya juga menerima sebanyak 119 perkara permohonan yang masuk ke Pengadilan Agama Cikarang.

Namun, perkara yang masuk sempat mengalami penurunan pada bulan lalu. Biasanya, kata dia, jumlah perkara yang masuk  mencapai 300 perkara setiap bulan. Tapi, pada bulan lalu menurun 50 presen karena hanya sekitar 150 gugatan yang diterima pihaknya.

Perkara gugatan perceraian dan perkara permohonan memiliki perbedaan. Pada perkara gugatan, terdapat penggugat dan tergugat, keputusannya konstitutif. Sementara, perkara permohonan tidak ada sengketa, hakim mengeluarkan suatu penetapan atau lazimnya yang disebut declatoir yaitu putusan yang bersifat memutuskan.

Menurut Dede, dalam hal gugatan perceraian, ada sejumlah alasan para penggungat melakukan gugatan kepada pasangannya.

“Rata-rata penyebab peceraian sama setiap tahunnya, masalah ekonomi, orang ketiga bisa orang tua maupun perselingkuhan, kekerasaan rumah tangga, dan poligami,” katanya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya, ada beberapa perkara peceraian yang masuk ruang mediasi yang menyebabkan penggugat maupun tergugat rujuk. Namun, juga ada yang tidak berhasil pada proses mediasi hingga berakhir pada perceraian.

Untuk masuk ruang mediasi, kata Dede, kedua pihak yang hendak bercerai harus hadir di depan hakim saat persidangan pertama, dan kedua.

“Tidak boleh diwakilkan, kecuali orang yang mau cerai hadir, baru pengacara boleh ikut mediasi. Kalau mau mediasi harus ada persetujuan dari kedua pihak, misalkan hanya satu pihak, tidak akan bisa masuk ruang mediasi,” jelasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button