Berita Utama

KPU Sebut Partisipasi Pemilih Lampaui Target

Radarbekasi.id – Partisipasi pemilih di Kota Bekasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak Rabu (27/6) lalu diklaim pihak KPU lebih baik dibanding partisipasi pemilih pada pilkada sebelumnya.

Bahkan, KPU membanggakan partisipasi pemilihan gubernur-wakil gubernur dan wali kota-wakil wali kota di Kota Bekasi melampaui target yang ditentukan. Padahal, sebelumnya sempat khawatir partisipasi pemilih minim mengingat libur panjang Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Komisioner KPU Kota Bekasi Divisi Sosilisasi dan SDM, Nurul Sumarheni menyebut bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kota Patriot pada pilkada tahun ini mencapai 73 persen.

’’Ini melampaui target dari partisipasi pemilih yang telah ditetapkan KPU RI sebesar 70 persen,” kata Nurul, Kamis (28/6).

Dari 1.434.717 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 1.076.037 masyarakat telah berpartisipasi dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi tahun 2018.

Nurul merinci, jumlah pemilih di 12 kecamatan terdiri dari Rawalumbu 75,09 persen, Jatiasih 65,83 persen, Pondokmelati 68 persen, Bantargebang 75,5 persen, Bekasi Timur 80 persen, Medansatria 68,48 persen, Bekasi Utara 86,58 persen, Jatisampurna 71,23 persen, Bekasi Barat 70 persen, Mustikajaya 72,5 persen dan Bekasi Selatan 68 persen.

Nurul menjelaskan, saat ini lembaganya masih fokus dalam proses perhitungan dari tingkat KPPS yang telah diserahkan formulir C1 ke KPU Kota Bekasi. ’’Tim operator sebanyak 40 orang masih dalam proses rekapitulasi perhitungan suara. Nanti bisa dilihat hasilnya di www.infopemilu.kpu.go.id,” tandasnya

Sementara, Komisionir KPU Kota Bekasi, Yayah Nadiyah, mengatakan partisipasi pemilih meningkat dibandingkan dalam pemilihan lima tahun lalu. Pada 2013, partisipasi untuk pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota mencapai 49,46 persen. Sedangkan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat lebih rendah lagi hanya 48 persen. “Partisipasi pemilih meningkat hingga 50 persen,” kata dia.

Beberapa faktor yang menyebabkan partisipasi meningkat, yaitu Pilkada serentak merupakan hari libur nasional, warga yang menggunakan hak pilihnya cukup tinggi. Hal ini karena mayoritas penduduk Kota Bekasi adalah pekerja.  “Tidak terganggu dengan pekerjaan, karena libur,” imbuhnya.

Presentase dari daftar pemilih lebih akurat mengingat syarat utama adalah menggunakan E-KTP. Syarat ini, kata dia, dapat menghilangkan pemilih ganda, sehingga daftar pemlih tetap lebih akurat dibandingkan Pilkada sebelumnya.

Yayah mengakui masih ada warga Kota Bekasi tak masuk dalam daftar pemilih tetap. Berbagai faktor yang menyebabkan mereka tak masuk itu, ketika petugas melakukan pencocokan tak ada di rumah. Adapun waktu rekapitulasi dari daftar sementara ke daftar tetap, warga yang belum masuk DPT tidak melapor. “Ketika mencoblos, dimasukkan ke dalam daftar tambahan,” kata dia.

Pasangan calon Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi – Tri Adhianto berhadapan dengan pasangan calon Nur Supriyanto – Adhy Firdaus. Hasil quick count yang dilakukan lembaga survei,  Rahmat Effendi – Tri Adhianto memperoleh suara 68 persen lebih. Sedangkan lawannya 31 persen lebih. (sar)

Close