Life Style

Pimpinan BPJS Kesehatan jadi Frontliner

Peringati HUT Ke-50

Radarbekasi.id – Pemandangan berbeda terlihat di loket pelayanan cepat Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bekasi, di Jalan Veteran Margajaya, Rabu (4/7) pagi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bekasi, Siti Farida Hanoum dan Sekretaris Utama BPJS Kesehatan Irfan Humaidi, melayani langsung peserta JKN-KIS yang datang. Keduanya untuk sementara waktu menggantikan tugas frontliner.

Aksi keduanya dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS-Kesehatan ke-50. Tentunya untuk memastikan peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan yang terbaik.

“Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami,” ungkap Farida, usai melayani peserta JKN-KIS, kemarin.

Lebih lanjut, Farida menyampaikan, kedepan pihaknya berharap para duta BPJS Kesehatan semakin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan, karena ekspektasi peserta akan terus meningkat.

“Menggantikan tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta
JKN-KIS menjadi tantangan dan pengalaman tersendiri bagi kami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Irfan menyampaikan saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia. Jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkuallitas dan berkesinambungan.

“Oleh karena itu, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” ucapnya.

Pasalnya, hanya dalam waktu empat tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80 persen dari total penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen populasi penduduk.

Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99 persen penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 oersen populasi penduduk. (Cr42)

Related Articles

Back to top button