Cikarang

DOR !!! Pengedar Narkoba Ditembak

Mengaku Dapat Narkoba dari Bandar di Lapas Cipinang

Radarbekasi.id – Dor !!! timah panas senjata polisi bersarang di betis kaki kanan WA (27), seorang pengedar narkoba yang mencoba melarikan diri saat ditangkap di depan Pos Satpam Perumahan Victoria Grand Residence, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya.

Kemudian, ia terjatuh dan akhirnya ditangkap bersama salah satu rekannya, AS (32) oleh petugas dari Polres Metro Bekasi.

Penangkapan kepada WA dan AS berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya peredaran narkoba di sekitar Kecamatan Tarumajaya. Bermodalkan informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan langsung mencari kedua pelaku.

Kemudian, pihak kepolisian mendapati mereka di lokasi penangkapan dan langsung dilakukan penggeledahan dan ditemukan narkotika jenis sabu seberat 0,57 gram. Saat itu ia berusaha kabur hingga polisi mengambil tindakan tegas. Lalu, polisi mengembangkan penangkapan tersebut dengan menggeledah kediaman tersangka yang tidak jauh dari lokasi penangkapan.

“Di kediaman tersangka WA, kami menemukan barang bukti lainnya berupa sabu seberat 11,48 gram yang terbagi dalam lima paket, yang di kubur di dalam tanah dengan radius tige meter,” kata Kepala Satres Narkoba, AKBP Alron Situnjak usai menggelar konferensi pers di Lobi Mapolres Metro Bekasi, Rabu (11/7).

Dari penangkapan tersebut, dilakukan pemeriksaan dan ternyata tersangka mengaku memiliki senjata api yang pada saat itu digadaikan kepada tersangka KU (31). Polisi langsung menuju kediaman KU di Desa Pahlawan Setia, Tarumajaya untuk mengamankannya.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan senjata api rakitan jenis revolver beserta dua butir peluru kaliber 38 milimeter. Senjata itu ditemukan di dalam lemari baju. “Saat kami periksa, tersangka KU mengakui menyimpan senjata tersebut yang didapat dari WA dengan perantara AS,” ucap dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Arlon, senjata api tersebut kerap dibawa tersangka saat bertransaksi narkoba. “Tujuannya katanya untuk menjaga diri kalau bertransaksi. Tapi ini terus kami telusuri. Namun yang jelas, tersangka ini, khususnya WA pernah terlibat kasus pembegalan dengan tidak segan melukai korban. Setelah bebas, dia malah beralih ke narkoba,” ujarnya.

WA mengaku mendapatkan narkoba itu dari seorang bandar di dalam Lapas Cipinang Jakarta untuk dijual kembali. Namun ia enggan menyebutkan nama bandar tersebut.  “Jadi sistemnya pesan lewat telepon, nanti ada yang kasih kabar kalau barangnya disimpan di titik ini, ditempel, jadi tinggal ambil,” kata WA, Rabu (11/7).

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 (1) Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika, serta pasal 1 (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun penjara atau seumur hidup.

Selain enam paket sabu dan senjata rakitan beserta dua butir peluru, polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat telepon genggam yang di dalamnya terekam bukti percakapan jual beli narkoba. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close