Politik

Ketua KPU Optimis Tidak Ada Sidang Gugatan

Radarbekasi.id – KPU Kota Bekasi telah menetapkan pasangan calon (paslon) Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono sebagai paslon dengan perolehan suara terbanyak di Pilwalkot Bekasi 2018. Hanya saja, KPU masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) berkaitan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke dalam Buku Register Perkara Konstitusi (BRPK) pada 23 Juli mendatang.

Komisioner Bidang Hukum KPU Kota Bekasi Yayah Nahdiyah menjelaskan MK terlebih dulu menggodok 171 daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak 2018. Penelitian itu merujuk pada BRPK. Jika terdapat daerah yang tidak mengajukan permohonan gugatan sengketa, akan menjadi dasar pengumuman KPU terhadap paslon terpilih.

Sementara, KPU Kota Bekasi masih bersabar dengan langkah penggodokan BPRK dari MK. Sebab, pasca penetapan hasil rapat pleno rekapituasi ternyata muncul permohonan pendaftaran gugatan dari kuasa hukum paslon nomor urut 2 Nur Supriyanto-Adhy Firdaus.

“Ini tidak otomatis perkara masuk langsung sidang, itu tidak. Karena, MK juga akan mengoreksi berkas pemohon,” ujar Yayah.

Yayah menerangkan langkah ini sudah berdasarkan pengusulan, pengesahan, dan pelantikan kepala daerah terpilih dari Kementerian dalam negeri (Kemendagri). Adapun salah satu dokumen pengusulan itu di antaranya tidak adanya permohonan PHP di MK.

Nantinya, KPU Kota Bekasi bisa mengumumkan kemenangan paslon terpilih tiga hari pasca MK meregistrasi dengan tidak adanya permohonan PHP. Sedangkan, apabila terdapat permohonan gugatan, maka MK memutuskan PHP setelah 14 hari dari waktu registrasi.

“KPU menetapkan paslon terpilih pasca putusan MK paling lambat 3 hari setelah menerima salinan putusan MK,” terang dia.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi optimistis Pilwalkot Bekasi tidak terjadi sidang gugatan. Pasalnya, dalam PHP itu lebih menyelesaikan pokok perkara pada persilihan suara. Untuk Kota Bekasi ambang batas perolehan suara untuk mengajukan gugatan suara 0,5 persen merujuk pada angka di atas 1 juta penduduk.  “Mindsitenya harus diubah,” ungkap Ucu. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close