Pendidikan

Kurtilas, Siswa Dituntut Lebih Aktif

Radarbekasi.id – Pengalaman baru dihadapi para siswa  ketika mulai menjajaki Kurikulum 2013(Kurtilas)  yang menggantikan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP)  2006. Melalui kurikulum baru itu, siswa dituntut untuk lebih aktif di kelas dibandingkan dengan guru.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta, mulai tahun ini seluruh sekolah menggunakan Kurikulum 2013 secara total. Saat ini terdapat 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 (K13).

Dengan demikian, tahap pelatihan dan pendampingan sudah berjalan di semua sekolah sehingga K13 pun bisa dijalankan secara maksimal. “Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kuriku lum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali,” kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad.

SMPN 9 Bekasi telah memberlakukan kurikulum 2013 sejak ajaran tahun kemarin kecuali kelas 9. Untuk tahun ajaran baru ini (2018/2019) kelas 9 akan mulai menggunakan Kurtilas. Akan tetapi Kurtilas dinilai memiliki kelebihan dan kekurangan  dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 9 Bekasi. Terlebih lagi akan menjadi tantangan untuk mata pelajaran TIK.  Pasalnya mata pelajaran TIK akan dihapuskan dan diganti menjadi mata pelajaran Prakarya. Dimana mata pelajaran tersebut tidak ada sangkut pautnya sama sekali.

Wakahumas Sapras SMPN 9 Kota Bekasi Suwardi mengatakan mengaku,  dalam kurikulum 2013 ini TIK akan dihapus dan digantikan dengan mata pelajaran Prakarya,  dimana tidak belajar mengenai tentang informatika sama sekali. Sedangkan mata pelajaran Prakarya berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan).

“Prakarya kan ini lebih ke seni ya, palingan nanti kita disini belajarnya menai daur ulang dan lainnya. Untuk nasip guru TIK karena sudah bekerja disini akan kita alihkan menjadi guru Prakrya. Tapi peeraturan TIK menjadi Prakarya ini hanya sementara. Sudah banyak yang protes akan hal ini. entah tahun depan atau kapan pelajaran TIK akan kembali lagi,” ujarnya .

Dia  mengatakan dalam kurikulum 2013,  Peserta didik  dituntut untuk lebih aktif. Dalam kurikulum lama, guru lebih banyak berbicara. Kini, murid yang lebih banyak bicara,  pola belajar siswapun kini bermodel diskusi dengan membentuk kelompok di kelas. Siswa nanti maju untuk berbicara atau presentasi di depan kelas. Hanya saja, untuk mata pelajaran matematika, pola diskusi menjadi rumit.

“Di kurikulum 2013 ini saya nilai juga memiliki kelebihan diantaranya seperti mata pelajaran IPS. Dimana buku IPS terlihat lebih ringkas tapi isinya lengkap. Sebelumnya di satu buku IPS berisi 16 BAB dan di kurikulkum 13 ini hanya berisikan enam BAB. jadi isinya lebih beratur dan fokus selain itu dikelompokkan sejenis. Misal BAB 1 – 2 mengenai Geografis dulu baru Sejarah. Akan tetapi ya kita tetap berpegangan dengan buku lama karena buku lama lebih spesifik dan lengkap walaupun tidak beratur,” tutupnya. (cr41)

Lebihkan

Artikel terkait

Close