Berita Utama

Lahan Pertanian Menyusut

Pertegas Aturan Pemanfaatan Lahan Swasta

Radarbekasi.id – Kian menyusutnya lahan pertanian di Kota Bekasi yang menyisakan 455 hektare dari tahun sebelumnya seluas 475 hektare berpotensi mengurangi potensi pertanian di Kota Bekasi.

Apalagi mayoritas petani di Kota Bekasi tidak memiliki lahan sendiri dan mengandalkan lahan garapan pihak lain.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaeman

membenarkan bahwa sebagian besar petani di Kota  Bekasi tidak memiliki lahan pertanian sendiri. Mereka masih mengelola dan menggunakan lahan yang belum di garap oleh pemiliknya.

Pihaknya berkeinginan ada memorandum of understanding (MoU) antara Petani, pemilik lahan dan Dinas Pertanian dan Perikanan agar pemanfaatan lahan bisa dikelola dengan baik.

“Jadi petani di kita itu kebanyakan tidak mempunyai lahan. Lahannya sudah dimiliki orang atau numpang. Mereka garap kerja sama, daripada (lahan.red) di terlantarkan. Sejauh ini kerjasamanya antara mereka saja (petandi.red) dengan pengusaha, belum kita MoU -kan dengan kita. Itu yang menjadi ide saya yang belum terkabulkan,” ungkap Momon saat ditemui dalam kegiatan sosialisasi hegiene dan sanitasi bagi pelaku usaha produk pangan asal hewan di rumah makan Raja Sunda, Rabu (11/7).

Namun sulitnya menemui pemilik lahan kini masih menjadi kendala. Padahal pada pertemuan tersebut untuk memfasilitasi para petani. Kedekatan para petani dan pemilik lahan diakui sudah terjalin, namun ia menuturkan bahwa kemungkinan clash atau bentrok masih bisa terjadi jika lahan yang digarap oleh para petani sewaktu-waktu diambil oleh pemilik yang sah.

Dinas pertanian dan perikanan berencana mendata petani dan lahan yang digarap untuk memperjelas dan memudahkan, serta menjamin keamanan tanah bagi pemilik yang sah dan petani, agar tidak diambil ditengah jalan.

”Kalau umpamanya si tanah itu mau dipake, nah jadi clash kan, summarecon kan tadinya sawah itu, kalau sudah dipake sama yang punya ya kalau bisa jangan sampai ditengah jalan padinya lagi mau panen, tunggu dulu sampe panen. MoU saya gitu tuh lebih jelas, lebih bagus dan lebih berperan, coba lihat petani di bekasi utara siapa, garap apa, tanahnya berapa saya ingin ada yang seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu, Momon juga mengatakan bahwa dirinya sudah memberikan 300 kartu tani untuk petani di Kota Bekasi. Dengan kartu tani tersebut petani Kota Bekasi dapat subsidi pupuk dan penggunaan fasilitas pertanian. Sampai dengan detik ini masih 150 kartu tani yang sedang diproses untuk petani di Kota Bekasi.

Dinas pertanian dan perikanan Kota Bekasi sudah memberikan traktor tangan roda dua sebanyak 12 unit, pompa air sebanyak sepuluh unit, MBC Cultivator empat unit, Automatic Hand Sprayer tiga unit dan Hand Sprayer manual sebanyak 90 unit.

Seluruhnya diberikan kepada masing-masing ketua keompok tani yang ada di Kota Bekasi untuk dimanfaatkan. Bagi petani yang memiliki kartu tani tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar sesuai dengan kesepakatan dengan ketua kelompok tani di wilayah tersebut. (cr38)

Lebihkan

Artikel terkait

Close