Metropolis
Trending

Dinkes Galakkan Program Keluarga Sehat

Wujudkan Pemerataan Open Defecation Free (ODF)

Radarbekasi.id – Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait permasalahan higiene dan sanitasi hingga saat ini masih sangat besar.

Warga Kota Bekasi yang masih BABS (Buang Air Besar Sembarangan) atau belum mempunyai jamban yang dilengkapi dengan septic tank tercatat sebanyak 6.771 Kepala Keluarga (KK)dari 600.000 KK yang ada di Kota Bekasi.

Kondisi masyarakat yang masih melakukan buang air besar sembarangan (BABS) lebih banyak disebabkan karena kondisi konstruksi jamban yang dibuat tidak dilengkapi dengan sarana  penampungan tinja (septic tank).

Sedangkan permukiman yang dekat dengan aliran sungai lebih memilih mengalirkan kotoran tinjanya ke aliran sungai tersebut.

Sedangkan yang jauh dengan saluran air atau kali lebih memilih menyalurkannya ke penampungan limbah cair yang menyerupai empang.


Peran Masyarakat Wujudkan ODF :

  1. Membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat disekitarnya yang masih BABS untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
  2. Menjadi motivator dimasyarakat sekitar tempat tinggal.
  3. Memberikan sanksi moral kepada masyarakat yang masih membuang tinja atau limbahnya ke aliran sungai, air ataupun empang.
  4. Terlibat aktif dalam pemberian bantuan stimulan dari masyarakat yang mampu kepada tetangganya yang masih BABS dan tidak mampu untuk membuat septic tank.

Proses Percepatan ODF :

  1. Penguatan kelembagaan melalui Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL).
  2. Penguatan peraturan daerah dan peraturan wali kota mengenai larangan membuang cairan rumah tangga atau kotoran ke saluran air.
  3. Pemicuan di wilayah yang masih banyak BABS.
  4. Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan  Sehat).
  5. Sosialisasi septic tank yang sesuai dengan standard SNI
  6. Pelatihan tukang pembuat  septic tank
  7. Pemberian stimulan sanitasi dasar.

Melihat kondisi tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, perilaku buang air besar sembarangan dapat mencemari kualitas air permukaan maupun kualitas air tanah.

Hal tersebut menjadi sumber penularan penyakit yang ditularkan melalui binatang seperti lalat.

“Berdasarkan laporan penyakit Puskesmas tahun 2017, kasus penyakit Diare yang ditangani dan tercatat di Kota Bekasi ditemukan sebanyak 17.462 sedangkan kasus Thypoid sebanyak 11.627 kasus,”kata Tanti Kamis (12/7)

Lanjut Tanti, Penerapan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  (STBM) yaitu suatu pendekatan  mengubah perilaku higiene sanitasi melalui pemberdayaan dengan metode pemicuan  meliputi tiga komponen. Komponen tersebut diataranya menciptakan lingkungan kondusif,  peningkatan penyediaan sanitasi dan pengembangan inovasi sesuai dengan konteks wilayah.

“Penciptaan lingkungan yang kondusif adalah menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung tercapainya sanitasi total melalui dukungan kelembagaan dengan melakukan regulasi dan kemitraan antar pelaku STBM termasuk didalamnya pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, institusi agama dan swasta.”jelasnya.

Sedangkan peningkatan kebutuhan sanitasi meliputi upaya sistematis untuk meningkatkan kebutuhan menuju perubahan perilaku yang higienis dan saniter.

Peningkatan penyediaan sanitasi sendiri meningkatkan dan mengembangkan percepatan penyediaan akses terhadap produk dan layanan sanitasi yang layak dan terjangkau dalam rangka membuka dan mengembangkan sanitasi.

Saat ini, kebutuhan dasar masyarakat untuk hidup sehat salah satunya adalah fasilitas septic tank.

Karena akses pemakaian jamban yang sehat merupakan indikator perilaku hidup bersih dan sehat.

”Lingkungan yang sehat tidak tercemar limbah, baik itu limbah padat maupun limbah cair. Salah satu indikator kota sehat adalah dengan terbentuknya komunitas masyarakat yang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau  Open Defecation Free (ODF),”tegasnya

Tanti mengungkapkan, dari 56 Kelurahan yang ada di Kota Bekasi baru satu Kelurahan yang melakukan pendeklarasian sebagai Kelurahan ODF, bebas buang air besar sembarangan.

“Untuk melakukan percepatan ODF, Kota Bekasi sudah mengeluarkan surat perintah wali kota mengenai percepatan ODF yang ditujukan kepada para camat, lurah serta dinas atau instansi terkait untuk bersinergitas dalam kegiatan sehingga percepatan ODF dapat segera tercapai di Kota Bekasi,”tandasnya.

Dinkes juga mengajak masyarakat menciptakan wilayah yang bersih dan sehat melalui terbentuknya kelurahan ODF, masing-masing keluarga mempunyai akses jamban yang sehat. (adv/pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Close