Berita Utama

KPU Optimistis Pilpres-Pileg Lancar

Radarbekasi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menjawab keraguan berbagai pihak terkait kekhawatiran akan tingginya golput pada Pilwalkot Bekasi. Anggapan itu terbantahkan setelah diketahui partisipasi publik di pilkada itu mencapai 73,6 persen. Jumlah ini meningkat tajam dibanding Pilwalkot Bekasi periode sebelumnya.

Pada pesta demokrasi kali ini, Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 1.434.351 jiwa. Dari jumlah tersebut, 1.057.331 berhasil digunakan pemilih untuk mencoblos pada 27 Juni lalu. Dari jumlah pencoblos itu, 1.033.534 surat suara di nyatakan sah dan suara tidak sah sebanyak 23.797 suara.

Komisioner Bidang Data KPU Kota Bekasi Syafrudin menjelaskan lembaganya memiliki skema menjawab keraguan tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan tingginya manuver politik di antaranya dua pasangan calon (paslon). Situasi yang panas itu selanjutnya dimaksimalkan KPU Kota Bekasi untuk menggelar sosialisasi.

“Setiap hari kami sosialisasi ke akar rumput. Masyarakat bawah itu yang menjadi sasaran pertama dan utama kita,” ujar Syafrudin, Kamis (12/7).

Syafrudin mengatakan banyak yang tak menduga pada pesta demokrasi lima tahunan Kota Bekasi cukup tinggi. Apalagi pelaksanaan pencoblosan sendiri terjadi setelah masyarakat Kota Bekasi menjalani libur Lebaran. Saat itu, KPU Kota Bekasi dibuat kelimpungan lantaran sosialisasi harus mengubah skema mengingat masyarakat saat itu akan menjalani arus mudik.

KPU Kota Bekasi, imbuh Syafrudin, optimistis menghadapi hajat demokrasi berikutnya. Misalnya, pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang. Menurut Syafrudin dua pesta itu akan berjalan ringan. Terlebih, KPU Kota Bekasi telah memiliki skema matang dari struktur PPK, PPS, dan KPPS.

“Apalagi caleg kan memiliki kepentingan besar dengan masyarakat. Sehingga mereka akan terjun langsung ke lapangan. Situasi itu nantinya akan mempermudah kerja KPU,” kata Syafrudin.

Berbeda dengan KPU, Panwaslu Kota Bekasi justru akan menghadapi tugas berat dengan memantau dua gelaran sekaligus. Kendati demikian, Panwaslu Kota Bekasi juga akan berkaca pada pengalaman selama mengawasi jalannya Pilwalkot Bekasi.

Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Bekasi Muhammad Ikbal Alam Islami menyatakan akan belajar dari pengalaman menghadapi laporan dan penanganan selama Pilwalkot Bekasi. Terlebih, jumlah penanganan laporan pada Pilwalkot Bekasi mencapai 14 penanganan. Di antaranya tiga pelanggaran administrasi, empat pelanggaran hukum ASN , tujuh status laporan yang dihentikan karena tidak memenuhi unsur.

“Insya allah tahun depan beralih ke badan, bukan lagi panitia. Nantinya kewenangan akan lebih maksimal,” ungkap Ikbal. (sar)

Lebihkan

Artikel terkait

Close