Pendidikan

Membangun Pendidikan Karakter

Dorong Pendidikan yang Nyaman dan Aman bagi Siswa

Radarbekasi.id – Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris  mengatakan keluarga adalah institusi pertama yang melakukan pendidikan dan pembinaan terhadap anak (generasi). Disanalah pertama kali dasar dasar kepribadian anak dibangun. Potensi dasar untuk membentuk generasi berkualitas dipersiapkan oleh keluarga.

“Dalam hal ini, salah satu satu program KPAD Kota Bekasi kedepan, khsususnya bidang Pendidikan adalah merumuskan, mendorong, dan mengimplementasikan Sekolah aman, sekolah inklusi, Sekolah Ramah Anak (SRA), pendidikan berbasis keluarga, pendidikan anak usia dini, hingga sarapan sehat, ” ujarnya.

Masyarakat yang menjadi lingkungan anak menjalani aktivitas sosialnya mempunyai peran yang besar dalam mempengaruhi baik buruknya proses pendidikan, karena anak satu bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Interaksi dalam lingkungan ini sangat diperlukan dan berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun biologis.

“Bagi sebagian orang tua yang memiiki ekonomi di bawah rata-rata, pendidikan seringkali tidak menjadi proritas bagi keluarga. Artinya pendidikan anak bisa dikorbankan untuk biaya kebutuhan lainnya yang dianggap lebih mendesak. Dalam konteks perlindungan hak anak, ini berarti sebuah “pelanggaran”.

 Keluarga dan negara telah melakukan pembiaran anak kehilangan haknya untuk memperoleh kesempatan menjadi manusia cerdas, mengembangkan pola pikir, perilaku dan kepribadiannya, ” lanjutnya.

Sebagai kelompok rentan, anak-anak berhak mendapat perlindungan lebih dari negara. Negara belum menjalankan fungsinya secara maksimal dalam melindungi dan memenuhi hak anak atas pendidikan sebagaimana dijamin dalam Pasal 60 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Meski telah meratifikasi Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Convention on the Right of the Child dalam Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, pemerintah Indonesia belum sepenuhnya mengintegrasikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak dalam sistem pendidikan nasional sebagaimana diatur di dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Padahal, konvensi tersebut seharusnya menjadi dasar dan norma untuk mewujudkan proses pembelajaran berbasis hak anak (child rights-based approach of education). Termasuk, melindungi anak-anak dari kekerasan fisik, mental, dan seksual ketika sedang dalam proses belajar di sekolah.” terusnya.

Pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak atas pendidikan bukan hanya penting untuk menciptakan mekanisme pengamanan untuk menjamin hak-hak anak agar terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kejahatan seksual dalam dunia pendidikan.

Hal itu juga menjamin hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan lingkungannya yang aman dan tepat, baik dalam hal proses maupun isi, yang mampu memenuhi standar pendidikan nasional.

“Ke depannya, KPAD Kota Bekasi berharap selalu adanya sinergitas dan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam pengawasan dan perlindungan anak. Perlu dibangun sistem koordinasi antara KPAD Kota Bekasi dengan Dinas Pendidikan terkait upaya penyelesaian kasus pelanggaran hak anak di pendidikan. Karena selama ini penyelesaian, berjalan sendiri-sendiri padahal untuk efektivitas dan penyelesaian yang berpresfektif anak serta demi kepentingan anak, sinergitas KPAD Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan sangat diperlukan, ” tandasnya. (*)

Lebihkan

Artikel terkait

Lihat Juga

Close
Close