Metropolis

Mengunjungi Kedai Kobra Agus

Tersedia Sate, Tongseng, Sop dan Darah Kobra

Radarbekasi.id – Di tempat dia berjualan, di sebuah warung  di Jalan  Mandor Damong Kelurahan Mustika Sari

dia menyajikan berbagai jenis masakan king kobra. Mulai dari sate, tongseng, juga daging kobra goreng.

Kepada Radar Bekasi Agus bercerita, dia  telah memulai usaha ini sejak 12 tahun lalu. Menurutnya, pekerjaan yang cukup berbahaya ini tak boleh dilakukan sembarang orang karena harus benar-benar berhati-hati saat memegangnya agar tidak sampai menyerang.

Sepertinya cukup sulit, tetapi menurut Agus, resikonya cukup sepadan. Khasiat dari daging kobra ini sangat banyak, dan tanpa diduga rasanya enak. Ahus sendiri percaya bahwa darah atau daging hewan ini dapat menyembuhkan beragam sakit seperti penyakit kulit berupa alergi serta kurap. Konsumennya juga percaya bahwa menyantapnya dapat meningkatkan stamina serta libido pria.

Rasa penasaran akan khasiat yang dikoar-koarkan itu membuat tak sedikit orang yang berkunjung ke warungnya.. Setiap hari ia bisa menjual belasan ekor kobra.

“Ular yang kami hidangkan hanya kobra karena memiliki banyak manfaat bagi tubuh, satu di antaranya untuk ketahanan fisik. Kami menyediakan menu, sate kobra, sop kobra, kobra  goreng, dan tongseng kobra. Organ dalam ular tidak lantas kami buang, diolah juga untuk minuman jamu. Kami meramu dari darah, empedu, dan sumsum kobra sebagai minuman berenergi,”katanya.

Sebelum dikuliti, kepala kobra akan disayat sehingga darahnya dikucurkan ke dalam sebuah gelas kecil. Darah akan dicampur dengan sumsum ular, arak serta madu untuk menghilangkan rasa amisnya. Campuran ini biasanya dikonsumsi oleh pria untuk meningkatkan energi serta stamina.

Apabila dagingnya dimanfaatkan untuk sate, maka empedu kobra sendiri disajikan dengan segelas air putih hangat dan sebuah permen. Ia dikonsumsi dengan cara ditelan dan tak boleh dikunyah, karena ia akan mengeluarkan rasa pahit luar biasa jika sampai pecah di mulut. Permen akan mengalahkan rasa pahit dan membantu agar tidak mual.

“Daging ular kobra sendiri rasanya kenyal dan enak. Awalnya mungkin orang akan ragu memakannya, tetapi kalau sudah menikmatinya lama-lama terbiasa dan ketagihan.”kataya sambiltersenyum.

Kedai cobra ini buka setiap hari pada pukul 10.00 – 24.00  WIB. Selain menjual makanan yang terbuat dari daging ular dan biawak, kedai cobra ini menyediakan kapsul, minyak dan ramuan darah empedu untuk menyembuhkan penyakit.

 “Ramuan darah empedu ular cobra berfungsi sebagai penyembuhan penyakit kulit, untuk menyembuhkan luka atau bisul, menyembuhkan jerawat, menyembuhkan penyakit asma, menyembuhkan penyakit kencing manis, dan menyembuhkan penyakit reumatik.”paparnya.

Selain itu Agus dan tim yang bernama kedai cobra manajemen juga menyediakan jasa evakuasi ular, seperti menangani ular yang ada di rumah, di Perusahaan dan ada juga pertunjukan cobra.

Pengunjung atau pembelinya bukan hanya orang dewasa ada juga anak – anak usia balita. Untuk balita  yang berkunjung ke kedai cobra berobat untuk menambah nafsu makan dengan cara kapsul atau di olah menjadi abon. Untuk kulit ular bisa di jadikan kerajinan seperti, dompet, ikat pinggang, dan gantungan kunci. Binatang ular tersebut berfungsi semua dan tidak ada yang terbuang.

Agus mengambil ular dari pengepul yang ada di daerah Cilacap, Gombong, Puwokerto, Banyumas. Selain mengambil dari pengepul, ada juga anak karyawan Agus yang mencari ular di sekitaran tempat kedai cobra. Agus mengolah daging ular dan biawak di kerjakan sendiri dan dibantu karyawannya.  (*)

Lebihkan

Artikel terkait

Close