Pendidikan

PPDB Zaman Now

Oleh: Cecep Peby

Radarbekasi.id – Antusiasme masyarakat pada Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019 ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat terutama bagi yang mempunyai anak jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.  Antusisme ini sangat dirasakan oleh para sekolah yang sudah ingin menyambut mereka, dari persiapan yang terkecil sampai dengan yang terbesar sudah mereka buat guna menyelaraskan dengan keinginan pemerintah. Dari tahun sebelumnya sudah banyak sekali perubahan yang signifikan tentang penerimaan peserta didik ini, seperti yang tertera pada Permendikbud No. 17 tahun 2017.

PPDB tahun ini sangat meliarkan kegigihan para siswa untuk bersaing secara terbuka dan saling tikung untuk menempati sekolah favorit mereka, supaya tidak tertinggal maka siswa harus update informasi agar tidak ketinggalan berita tentang PPDB. Maka pada zaman now ini orang tua diwajibkan harus melek digital, kita harus menyeimbangkan bermain facebook, buka grup whataps, belanja online dan yang lainnya. Berselancar di dunia maya harus bisa menyelaraskan dengan yang lain agar kita tidak gaptek pada saat yang diperlukan. Seperti yang di ungkapkan salah satu berita yang ditayangkan oleh stasiun TV Nasional bahwasannya masih banyak orang tua yang tidak mengerti tentang jalur daring (dalam jaringan), tidak mengertinya orang tua ini jangan sampai menjadi langganan tiap tahun. Sadari diri saat dini kunci untuk menyukseskan program pemerintah.

Program pemerintah pusat jangan sampai cacat di sekolah, seperti yang ditayangkan oleh berita TV Nasional masih ada yang carut-marut dalam penerimaan peserta didik dan lambatnya server untuk akses PPDB. Upaya tiap sekolah harus serius dalam menanggapi persoalan ini, jangan sampai sekolah menjadi imbas keganasan Permendikbud No. 17 tahun 2017. Peran guru dan jajarannya harus bisa mengimbangi keinginan dari pemerintah, jangan sampai pemerintah siap tapi sekolah malah kelabakan. Era digital ini harus disambut dengan baik untuk mendigitalkan dalam segala aspek, jangan sampai pendidikan berdiam diri pada zaman old.

Yang menarik PPDB pada tahun ini orang tua ramai-ramai mencari sekolah yang dekat, karena sudah dijelaskan pada permendikbud No. 14 tahun 2018.  Seluruh PPDB baik tingkat provinsi hingga kabupaten/kota harus menerapkan PPDB berbasis zonasi. Berbeda dengan zaman old siswa bebas memilih sekolah yang penting mampu dalam segala bidang. Situasi ini menimbulkan menggunduknya waiting list siswa yang daftar, apalagi tiap sekolah hanya memberikan jatah jumlah tiap wilayah. Hal ini menimbulkan rumor bahwasannya ada segelintir orang tua siswa yang memesan bangku pada sekolah dengan nominal tertentu, sangat tidak profesional bahkan mencederai pendidikan itu sendiri. Rumor-rumor seperti ini sudah sangat tidak asing ditelinga masyarakat.

Untuk meningkatkan transparansi dalam PPDB Pemerintah dan Disdik harus mempunyai cara jitu guna menghindari kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh para oknum tertentu, jangan sampai kejadian atau rumor yang menjatuhkan dunia pendidikan terus meraja lela. Sebagai tenaga pendidik kita harus jeli untuk menghadapi kecurangan yang ada, jangan sampai kecurangan mendarah daging hingga sudah menjadi hal yang biasa.

Menerapkan mandat Permendikbud No. 14 tahun 2018 sangat berat karena siswa akan kurang bersosialisasi dengan yang lainnya dan akan fokus pada sekolah yang ada di sekitar lingkungan, mewajibkannya siswa sekolah sesuai zonasi merupakan bahan yang harus dikaji ulang karena dampaknya akan signifikan, dalam ranah sosial siswa hanya akan mengetahui karakter di daerah itu saja. Mereka akan bertemu dengan teman diwaktu masa kecilnya, tetangga komplek atau kampung, dan wilayah itu saja. Kurangnnya bersosial ini bisa menimbulkan ketidaktahuan budaya yang ada di daerah lain, dasarnya sesuai zonasi bisa menimbulkan kontras sosial yang tinggi.

Dalam zonasi, sekolah akan berpetak-petak. Lingkungan yang baik akan tetap baik sebaliknya lingkungan yang buruk akan tetap buruk. Skenario yang terburuk suatu wilayah tidak akan maju dengan signifikan apabila suatu wilayah pendidikan dan karakernya tidak diubah atau tidak berbaur dengan yang lainnya. Permendikbud No. 18 tahun 2018 ini tidak melihat ke ranah yang seperti ini, permen ini hanya melihat ke depan tentang proses penerimaan jumlah siswa dan ruang kelas.

PPDB zaman now hanya akan menumbuh kembangkan ‘jagoan kandang’ kurangnya pemerataan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam proses pembelajaran, pada dasarnya kegiatan PPDB seharusnya menjadi lebih baik supaya tidak menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat, pada  zaman nenek moyang kita belum kenal dengan zonasi namun mereka tetap menjadi yang terbaik, begitu pula dengan sekolah yang sudah berdiri tetap eksis di zaman now. Kita sebagai masyarakat hanya bisa mendukung agar kegiatan PPDB bisa berjalan dengan lancar semoga kejadian yang dari tahun yang lalu tidak terulang kembali, pro dan kontra akan selalu hadir dalam kehidupan manusia maka kita harus benar-benar menghadapi apa yang akan kita lakukan untuk menjadi yang terbaik. Jangan sampai kita malah down dengan PPDB yang melelahkan bahkan menjadikan anak kita bermain di lingkungan itu-itu saja.(*)

Lebihkan

Artikel terkait

Close